Bendungan Sindang Heula dan 30 Jembatan Gantung Ditargetkan Selesai 2018

0
66
Foto: Istimewa

Nawacitapost – Kementerian PUPR melalui Ditjen Sumber Daya Air sedang menyelesaikan pembangunan Bendungan Sindang Heula di Kabupaten Serang untuk mendukung Provinsi Banten sebagai lumbung pangan nasional. Bendungan Sindang Heula mulai dibangun sejak November 2015 dengan anggaran Rp 427 miliar. Saat ini progres konstruksinya sudah mencapai 44 persen.

“Di Banten, kita sedang bangun dua Bendungan. Selain Bendungan Karian, kita juga membangun Bendungan Sindang Heula yang ukurannya lebih kecil dan ditargetkan selesai tahun 2018. Bendungan ini akan mengairi daerah irigasi seluas 1.000 ha,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, di Jakarta, beberapa saat lalu.

Selain irigasi, Bendungan Sindang Heula nantinya dapat menjadi salah satu sumber air baku dengan debit 0,8 m3/detik bagi Kota Serang dan Kabupaten Serang serta sebagai sarana pengendalian banjir wilayah tersebut sebesar 900 m3.

Tahun ini Kementerian PUPR juga menargetkan akan menyelesaikan rehabilitasi saluran primer pada Daerah Irigasi Cidurian sepanjang 11 km yang mengairi 1.735 ha lahan pertanian dengan anggaran Rp 17,9 miliar. Kemudian rehabilitasi saluran primer pada Daerah Irigasi Pamarayan sepanjang 6,1 km yang mengaliri 257 ha lahan pertanian dengan anggaran Rp 11,2 miliar.

Menteri Basuki mengatakan bahwa pada tahun 2017 dan 2018, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Ditjen Bina Marga akan melaksanakan pembangunan jembatan gantung untuk masyarakat di Provinsi Banten.

“Bantuan pembangunan jembatan gantung itu sebanyak 30 unit atas perintah Bapak Presiden Joko Widodo,” katanya.

Ditambahkannya bantuan pembangunan jembatan gantung merupakan bentuk perhatian Presiden Jokowi terhadap masyarakat Provinsi Banten.

Namun, bantuan jembatan itu tidak hanya di Kabupaten Lebak saja, tetapi daerah lain di Banten yang membutuhkan pembangunan jembatan gantung. Apalagi, Provinsi Banten banyak daerah aliran sungai sehingga keberadaan
jembatan gantung sangat dinanti warga.

“Kami berharap Pemprov Banten bersama Pemerintah Kabupaten terkait dapat segera menetapkan daerah mana saja yang akan menjadi lokasi pembangunan jembatan gantung. Kita akan cek juga readiness nya, seperti lahan,” katanya.

Pada 2015, Kementerian PUPR melalui Ditjen Bina Marga telah membangun 10 jembatan gantung di Kabupaten Lebak, Banten yakni Jembatan Kolelet, Ranca Wiru, Leuwi Loa, Cisimeut, Cigeulis,  Cidikit, Cicariu,  Bojong Apus, Cihambali, dan Jembatan Cidadap.

“Hadirnya jembatan ini akan mempermudah dan memperpendek akses warga masyarakat perdesaan menuju sekolah, pasar, tempat kerja, mengurus administrasi ke kantor kelurahan atau kecamatan dan akses silaturahmi antar warga,” kata Menteri Basuki.

Jembatan Gantung yang dibangun memiliki panjang antara 50 – 132 meter. Misalnya Jembatan Gantung Kolelet yang memiliki panjang 132 meter dengan lebar 1,7 meter. Konstruksi bangunan atas menggunakan baja dan konstruksi bangunan bawah menggunakan beton. Jembatan ini sudah digunakan warga dari Desa Kolelet ke Desa Kembang maupun sebaliknya. (rian)

Tinggalkan Balasan