Begini Cara Presiden Selesaikan Masalah Warga Terdampak Gempa di NTB

0
87
Presiden Jokowi menyerahkan bantuan buat masyarakat untuk membangunan kembali rumahnya yang terkena gempa bumi, di Kabupaten Sumbawa Barat, NTB, Kamis (18/10) siang. (Foto: BPMI Setpres)

 

NTB, NAWACITA– Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo menyerahkan 2.081 bantuan kepada warga Sumbawa Barat dalam kunjunganya di Lombok.

Pemberian bantuan berupa tabungan ini untuk memberikan fasilitas pembangunan kembali rumah warga yang hancur karena diguncang gempa bumi pada akhir juli lalu.

“Tadi yang dilaporkan oleh Pak Kepala BNPB hari ini diberikan 2.081 (buku tabungan). Sekarang tinggal mencairkan,” kata Presiden Jokowi di halaman Kantor Bupati Sumbawa Barat, Kecamatan Taliwang, Kamis (18/10) siang.

Kunjungan ke Sumbawa Barat itu dilakukan Presiden usai memimpin rapat bersama jajarannya di Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (18/10) pagi.

Ditegaskan Presiden menjamin bantuan ini akan diterima oleh semua warga yang terkena bencana. Walaupun untuk saat ini, belum seluruhnya warga yang rumahnya terdampak gempa bumi sudah menerima bantuan tersebut dari pemerintah.

“Kalau yang belum menerima, tadi Pak Kepala BNPB sudah menyampaikan, minggu depan akan diusahakan tahapan yang kedua,” kata Presiden.

Mengenai pencairan dana tersebut, Presiden Jokowi mengatakan, bahwa proses pemindahbukuan dana bantuan bagi masyarakat terdampak gempa dapat dengan mudah dilakukan.

“Tadi saya sudah cek apa benar ini sudah gampang dicairkan? Saya ikuti tadi di sana saya lihat. Ada yang nulis-nulis kemudian masuk ke mobil BRI di dalam, langsung cair uangnya,” kata Presiden.

Kepada warga terdampak bencana, Presiden menjelaskan bahwa sejumlah prosedur memang tetap harus diikuti oleh para penerima bantuan dana pemerintah. Sebab, bantuan dana pemerintah itu tetap harus dipertanggungjawabkan karena menyangkut uang negara.

Presiden juga menyampaikan, untuk mempermudah masyarakat untuk mencairkan dana bantuan oleh karena prosedur yang berbelit, minggu lalu pemerintah memutuskan memang 17 prosedur yang harus dilalui menjadi hanya 1 prosedur sehingga memudahkan masyarakat dalam pencairan.

 

 

 

(Red: Faiz, sumber Setkab)

Tinggalkan Balasan