Batal Ketemu Prabowo, Luhut Sebut Capres Nomor Urut 02 Sakit

0
82

Jakarta NAWACITA – Utusan calon presiden nomor 1 Joko Widodo atau Jokowi-Ma’ruf Amin, Luhut Binsar Panjaitan batal bertemu dengan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto. Sedianya Luhut diutus Jokowi bertemu Prabowo sebagai upaya mendinginkan suasana politik yang sempat memanas pasca perhitungan suara Pilpres 2019.

Luhut menyatakan, alasan di balik batalnya pertemuan antara dirinya dengan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto adalah karena Prabowo sedang sakit.

Ia mengungkapkan, dirinya sudah melakukan komunikasi dengan Prabowo terkait rencana pertemuan yang seharusnya dilaksanakan pada Minggu (21/4/2019).

“Ya, memang saya sudah telepon sama Pak Prabowo, bicara per telepon, ya kami kan teman. Bicara baik baik ketawa-ketawa, ya kita janjian mau ketemu. Hari Minggu kemarin, tapi kemudian ada masalah teknis beliau agak sakit flu, kita reschedule,” ujarnya usai menghadiri rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (22/4)

Menurut Luhut, saat melakukan pembicaraan di telepon dengan Prabowo, pembicaraan berjalan sangat cair karena Prabowo merupakan kawan baiknya. Bahkan, Prabowo disebut ingin makanan Jepang karena memang pertemuan tersebut merupakan janji makan bersama.

Pertemuannya dengan Prabowo diakuinya merupakan ide Jokowi untuk melancarkan silaturahmi pascapemilihan umum serentak pada 17 April lalu.

“Pak Prabowo kan orang baik, jadi saya hanya titip saja sebenarnya mau bilang, ya jangan terlalu didengerin lah kalau pikiran pikiran yang terlalu gak jelas basisnya. Karena pak Prabowo orang rasional juga,” kata Luhut.

Tak hanya itu, Luhut pun mengakui bahwa Prabowo merupakan bagian dari sejarah Republik Indonesia sehingga memiliki peran yang sangat besar untuk terlibat langsung dalam mematangkan demokrasi di Indonesia dan menghormati apapun keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Saya dengan Prabowo orang rasional, punya spirit patriotisme tinggi, seorang negarawan, dia tidak pernah ingin menghancurkan negeri ini dengan keputusan yang keliru,” tambahnya.

Luhut menambahkan, soal rencana pertemuan yang sempat tertunda, dirinya sudah menawarkan untuk kembali bertemu meski belum ada jadwal yang ditetapkan.

“Nanti saya telepon lagi, kami kan bisa telepon teleponan,” tukas Luhut.

Tinggalkan Balasan