Bappenas Dorong Industri Padat Karya Besar AgarJumlah Pekerja Formal Meningkat

0
47
Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro. (Foto: Ist)

 

Jakarta, NAWACITA– Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro berharap industri padat karya terus tumbuh untuk meningkatkan jumlah pekerja formal.

Keberadaan industri padat karya telah membantu tenaga kerja untuk mendapatkan haknya yang lebih baik sebagai seorang pekerja.

“Pekerja formal merupakan solusi bagi para tenaga kerja untuk mendapatkan jaminan ketenagakerjaan, gaji sesuai UMR, dan keselamatan kerja. Makanya kita mendorong agar memperbesar volumenya, kata Bambang dalam sebuah diskusi di Jakarta, Kamis (8/11).

Saat ini Pemerintah terus mendorong formalisasi kegiatan ekonomi agar meningkatkan jumlah pekerja formal. Berbagai kebijakan dikeluarkan agar sektor ini bisa tumbuh lebih baik.

Rekomendasi kebijakan yang dilakukan pemerintah adalah mendorong industri padat karya, misalnya melalui penyedian tenaga kerja di sektor tekstil dan garmen supaya menyerap tenaga kerja di sektor formal.

Di samping itu, Bambang menjelaskan bahwa pekerja sektor informal tetap merupakan bagian penting. Ia berharap jumlah pekerja formal yang lebih sedikit dari sektor informal tidak menjadi pola permanen dan menentukan penyerapan tenaga kerja.

Bambang juga menyebutkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tetap didorong untuk naik kelas atau formalisasi UMKM.

“Pemerintah menetapkan pajak UMKM turun 0,5 persen maksudnya supaya suatu saat mereka masuk ke sektor formal dan membayar pajak seperti perusahaan yang lain. Tenaga kerjanya juga akan mendapatkan perlindungan, upah, dan jaminan yang lebih baik,” ujar dia.

Menurut catatan BPS, penduduk bekerja pada kegiatan formal pada Agustus 2018 sebanyak 53,52 juta orang atau 43,16 persen dari jumlah penduduk bekerja 124,01 juta orang. Angka tersebut meningkat dibanding Agustus 2017 yang sebesar 52 juta (42,97 persen).

Sementara penduduk bekerja pada kegiatan informal sebanyak 70,49 juta orang atau 56,84 persen. Selama setahun terakhir, pekerja informal turun sebesar 0,19 persen poin dibandingkan Agustus 2017 (69,02 juta).

Sektor formal mencakup buruh, karyawan, dan berusaha dibantu buruh tetap. Sementara sektor informal mencakup berusaha sendiri, berusaha dibantu buruh tidak tetap, pekerja bebas, dan pekerja tidak dibayar.

 

 

 

(Sumber Ant)

Tinggalkan Balasan