Sebelum AHY Berucap, Pemerintah Pasti Beri Perhatian Ekstra Kepada Keluarga Korban KRI Nanggala 402

0
230

Jakarta, NAWACITAPOST – Peristiwa tenggelamnya Kapal Selam KRI 402 Nanggala TNI AL di kedalaman 838 meter di perairan laut Bali, diucapkan oleh Panglima TNI dan diperkuat KSAL, saat jumpa pers di Bali, Minggu (25/4/2021).

Baca Juga : Fitnah Pemerintah Ikut Kudeta Partai Demokrat, SBY-AHY Dilaporkan Garda Demokrasi 98 ke Polri

BERBAGAI kalangan, dari rakyat biasa sampai pejabat negeri ini berdoa dengan hastag pray for KRI Nanggala 402.

Termasuk Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berkata sama, tapi agak sedikit berbeda. AHY meminta dengan sangat kepada Pemerintah Jokowi untuk memberi perhatian ekstra kepada 53 keluarga korban tenggelamnya KRI Nanggala 402.

Pernyataan anak pertama SBY ini seakan mengajari ‘ikan berenang’ kepada pemerintah. Pemerintah Jokowi, melalui  Menhan, Panglima TNI, KSAL dan unsur terkait pemerintah lainnya sudah memikirkan, bahkan lebih yang dinyatakan AHY.

Rupanya peristiwa tenggelamnya KRI Nanggala  402 ingin dimanfaatkan oleh AHY sebagai panggungnya. Namun, kesan menggurui ke pemerintah rupanya kental diucapkan AHY.

Jika, diperhatikan secara seksama. Bahwa tenggelamnya Nanggala ini, ingin dimanfatkan AHY ke arah keuntungan politik Demokrat. Tujuannya, agar rakyat berempati kepada partainya. Caranya mendesak dan meminta pemerintah memperhartikan keluarga korban. Padahal sebelum AHY mngucapkan hal tersebut, Pemerintah sudah punya langkah lebih jauh dari pernyataan AHY. Boleh dikatakan kakak  dari Ibas ini hanya  mengekor.

Seharusnya AHY, mengatakan prihatin atas tenggelamnya KRI Nanggala, tanpa menggurui pemerintah Jokowi.