Menko PMK: Masjid Perlu Sosialisasikan Kesadaran Mitigasi Bencana

0
131

 

> Launching Istiqlal Disaster Management Center (IDMC)

JAKARTA, NawacitaPost – Indonesia merupakan salah satu negara dengan risiko ancaman bencana tertinggi. Hal itu dilatarbelakangi dengan keadaan geografisnya yang berada di wilayah lingkaran api pasifik atau cincin api pasifik. Oleh sebab itu, Indonesia sangat akrab dengan bencana seperti gempa bumi, letusan gunung berapi, tsunami, dan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, dengan tingkat kebencanaan yang tinggi, maka masyarakat perlu menumbuhkan kesadaran mitigasi dan antisipasi bencana.

Hal tersebut disampaikan Muhadjir saat memberikan sambutan dalam acara “Launching Istiqlal Disaster Management Center (IDMC)” di Masjid Istiqlal, pada Jumat (26/2).

“Tentu saja ini semua membutuhkan kesadaran yang tinggi seluruh masyarakat betapa pentingnya melakukan aktivitas yang sifatnya mitigatif. Kesiapsiagaan dan selalu tanggap cepat kalau ada kejadian bencana itu mutlak harus dimiliki oleh seluruh penduduk Indonesia,” ujarnya.

Untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam hal mitigasi bencana, menurut Menko PMK perlu ada sosialisasi kepada masyarakat.

Saat ini, dikatakan Menko Muhadjir, pemerintah telah melakukan langkah sosialisasi, seperti membentuk kurikulum tentang kebencanaan untuk sekolah dan madrasah yang disusun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Selain yang dilakukan pemerintah, Muhadjir mengatakan, masjid juga bisa berperan dalam melakukan sosialisasi tentang kebencanaan. Sebagai contoh, menurut Muhadjir, Masjid Istiqlal dengan program Istiqlal Disaster Management Center (IDMC) bisa membuat program untuk membentuk kesadaran masyarakat dengan sosialisasi sekaligus pendidikan tentang kebencanaan.

“Karena itu ada baiknya Masjid Istqlal mengambil posisi dalam aspek sosialisasi penyadaran dan pendidikan kepada jamaah terutama tentang pentingnya masalah kesiapsiagaan bencana,” ungkapnya.

Selain itu, Menko PMK menyebut, perlu ada pembekalan bagi penceramah terkait mitigasi kebencanaan, khususnya untuk Masjid Istiqlal yang memiliki program IDMC. Hal itu dilakukan agar masjid bisa melakukan sosialisasi mitigasi bencana melalui khotbah.

“Masjid Istiqlal bisa mengambil sisi berbeda ke sosialisasi dan mitigasi pencerahan pelatihan kepada penceramah, pendakwah, khotib terkait pentingnya penanganan bencana,” tutur Muhadjir.

Menko Muhadjir berharap, masjid lain di berbagai daerah bisa menerapkan sosialisasi mitigasi bencana melalui khotbah dengan tema penanganan bencana yang spesifik sesuai kriteria bencana di daerahnya. “Jadi daerah tertentu misalnya langganan banjir maka temanya banjir. Kalau terkait erupsi maka temanya erupsi. Harus spesifik,” pungkasnya. (Red)