DPP Permara Berikan Bantuan Kepada Korban Banjir Bandang Di Cisarua – Bogor

0
185
Ketua Umum Permara H. Supratman SE.,MH (kiri jas hitam biru muda hadap kamera, sedang memegang sembako untuk dibagikan)., didampingi Sekretaris Jenderal Dr. Yuspan Zalukhu, SH.,MH (kiri jas hitam masker biru. kacamata)., Kapolsek Cisarua, Kepala Desa Tugu Selatan, Danramil Cisarua,. Selasa (2/2/2021) pagi

Bogor, NAWACITAPOST – Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, tepatnya Kompleks perumahan Gunung Mas pada 25 Januari 2021 dilanda Banjir Bandang, yang datang secara tiba-tiba.

Baca Juga : Baksos Kanim Palangkaraya Salurkan Sembako dan Obat-Obatan Peduli Banjir Kalsel

Akibatnya puluhan rumah terendam dan sebagian masyarakat di desa tersebut mengungsi ke rumah sanak keluarga terdekat.

Selasa  (2/2/2021) pagi –sore, sudah diberikan bantuan sembako dari DPP Permara, berupa Indomie, GulaPutih, minyak goreng. Hal itu sebagai  wujud solidaritas dan turut meringankan beban warga terdampak banjir bandang di Desa itu.

Walau dengan bantuan ala kadarnya,  namun panggilan rasa kepedulian sesama manusia ciptaan Tuhan telah menggugah ormas Permara, turut meringankan beban derita masyarakat Desa tersebut, ujar Yuspan

Ketua Umum Permara H. Supratman SE.,MH (tengah jas hitam, baju putih, masker biru) diapit Kapolsek Cisarua (kiri) dan Danramil Cisarua (Kanan) sebelah kapolsek kiri (Sekretaris Jenderal Dr. Yuspan Zalukhu, SH.,MH (jas hitam masker biru), Selasa (2/2/2021). foto bersama usai memberikan bantuan sembako pagi. foto ; DPP Permara

Bantuan sembako tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Umum Permara H. Supratman SE.,MH., didamping Sekretaris Jenderal Dr. Yuspan Zalukhu, SH.,MH., kepada kepala Desa Tugu Selatan yang juga turut dihadiri Danramil, Kapolsek Cisarua,  serta warga korban banjir bandang.

 

Ketika dihubungi nawacitapost, Selasa ( 2/2/20210 malam usai memberikan bantuan sembako kepada warga terdampak banjir, Yuspan mengatakan, “bahwa ratusan korban banjir bandang ketika kejadian tersebut dilanda kepanikan yang luar biasa, yang terpikirkan saat itu hanyalah bagaimana menyelamatkan diri dan keluarga, dan mengungsi ke rumah sanak saudara terdekat tanpa peduli lagi tentang harta benda mereka, sehingga banyak surat surat penting yang tidak terselamatkan, seperti Ijazah dan lain lain, bahkan seluruh perabot rumah hampir tidak bisa dipakai lagi, “ tutur Yuspan menjeslakan.

(Oktav Zebua)