Risma Kerjanya Bermanfaat, Anies Hanya Beretorika

0
315
Menteri Sosial Tri Rismaharini, saat berkunjung di Kolong Jembatan jakarta, dan memberi solusi jelas

Jakarta, NAWACITAPOST –Tri Rismaharini biasa disapa Risma ke Jakarta, bukan untuk membesuk atau bertemu kerabat atau temannya, apalagi jalan-jalan. Tugasnya jelas dan resmi sebagai Menteri Sosial (Mensos).

Baca Juga : Risma Blusukan, Tamparan Ke Anies

Walikota Surabaya dua periode. Banyak warga Surabaya memintanya melanjutkan jabatannya sebagai Walikota tiga periode. Terbentur UU Kepala Daerah yang hanya dibatasi dua periode, maka Risma tak boleh mencalonkan lagi.

Nama Risma diumumkan Jokowi sebagai Mensos menggantikan Juliari Batubara. Hanya hitungan hari pasca dilantik (23 Desember 2020). Risma getol blusukan. Blusukan itu bukan setingan, melainkan benar jeritan Risma sebagai seorang Ibu. Saat sebagai Walikota kala Sakit pun Risma tetap mengendalikan pemenuhan kebutuhan rakyat Surabaya. Risma yang Walikota dan Mensos plus Ibu Rumah Tangga tetap sama. Peduli dan berbuat untuk kaum marginal.

Pokoknya segala urusan yang  memanusiakan manusia. Risma adalah orang tepat yang membuktikan. Bekerjanya selalu bergerak. Bukan hanya sekedar menerima laporan bawahan. Ia menyapa, bergaul dan bertanya kenapa? Lalu memberi jawab dengan solusi.

Yang mau pulang ke kampung halamannya disiapkan segala keperluannya, yang mau tinggal layak diberi tempat hunian milik Kemensos. Begitulah penggalan kalimat Risma kepada Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS).

Rupanya niat baik tulus iklasnya Risma. Dicibir mulai dari politisi sampai yang punya wilayah Jakarta (hanya kewenangan terbatas dalam Perpu saja). Anies pun geram. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan 2014 -2016 (direshuflle) memerintahkan anak buahnya untuk segera benahi terkait masalah PMKS.

Cibiran lainnya, sampai niat baik Risma pun dilaporkan ke Polda Metro Jaya (PMJ). Hasilnya PMJ menolak aduan tak jelas dari pelapor. Moga-moga bukan atas suruhan Anies. Kalau pro Anies sih mungkin saja.

Anies pun mencoba membangun Retorika. Bahwa Jakarta sudah aman dari PMKS. Jalan Protokol utama Jakarta, Sepanjang Jalan Thamrin – Sudirman nihil alias zero PMKS. Begitu retorikanya yang disampaikan anak buahnya kepada media.

Simpati rakyat Jakarta yang dulu memilih Anies di Pilkada 2017. Perlahan mulai pro Risma. Rakyat Jakarta itu, cerdas, dan memakai logika dengan akal sehat warasnya.

Mungkin pikir Anies. Jika Rizieq tak dipenjara. Anies bisa meminta bantuan Rizieq untuk berdemo berjilid-jilid  ke Kantor Mensos.

Yang jelas dan pasti,  Anies harus hadapi kenyataan. Bahwa APBD besar Jakarta bila dikelola tak tepat, maka rakyat bisa menjerit dan berteriak dengan keras. Kemana dan kemana APB itu? kami (rakyat Jakarta) tak mendapatkannya? Begitulah mungkin seruan yang bisa digambarkan saat ini.

Anies hanya bisa berharap, tak diturunkan di tengah jalan sebagai Gubernur? Untuk periode kedua. Langkahnya sangat berat untuk memilih Anies lagi. Jadi, cukup saja di 2022, Anies finish, tak usah ikut lomba (Pilkada Jakarta), soalnya jika kalah, bisa malu sendiri.