nawacitapost.com
nawacitapost.com

Jakarta, NAWACITAPOST.COMMenjelang hari-hari akhir bulan Ramadan, ada satu amalan yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan yaitu beritikaf di masjid. Itikaf di masjid ini bertujuan untuk lebih fokus beribadah menjelang berakhirnya bulan Ramadan dan sebagai usaha untuk mendapatkan malam Lailatul Qadar. Hukum itikaf adalah sunnah, namun menjadi wajib jika dinazarkan.

Sementara itu, mengutip dari detik.com pengertian itikaf bisa diartikan berdasarkan empat madzhab yaitu pertama menurut Hanafi artinya berdiam di dalam masjid disertai dengan puasa dan niat itikaf ‘berdiam’. Kedua, menurut madzhab Maliki adalah berdiamnya seorang Muslim yang mumayyiz di sebuah masjid yang boleh didatangi semua orang, diiringi dengan puasa sambil menjauhi jimak selama sehari semalam atau lebih dengan tujuan beribadah.

Ketiga, menurut madzhab Syafi’i, itikaf adalah berdiamnya seseorang dengan kreterian khusus di dalam masjid dengan niat. Keempat, madzhab Hambali mengartikan itikaf sebagai berdiam di masjid untuk beribadah dengan tata cara tertentu sekurang-kurangnya selama sesaat, yang dilakukan seorang Muslim waras dan suci dari perkara yang mewajibkan mandi.

Selain itu, ketika melakukan itikaf tentunya tidak sembarangan hanya datang ke masjid saja. Pelaksanaan itikaf juga punya panduan seperti rukun, syarat, serta adab melakukan itikaf. Melansir dari liputan6.com berikut panduan dan tata cara Itikaf yang perlu perhatikan:

  1. Rukun itikaf :
  • Niat, adapun niat saat mengerjakan itikaf adalah seperti berikut: Nawaitu an i’tikafa fi hadzal masjidi sunnatal lillaahi ta’ala Artinya: “ Saya niat berdiam diri di dalam masjid, sunah karena Allah ta’ala”
  • Berdiam diri di masjid sekurang-kurangnya selama tumaninah sholat
  • Masjid sebagai tempat itikaf, maka tidak sah apabila itikaf di mushola dan ribath atau pesantren
  • Orang yang beritikaf
Baca juga :  Kapolres Blitar Kota, Pimpin Sertijab Kasat Reskrim dan Kapolsek Sukorejo

2. Syarat itikaf

  • Beragama Islam
  • Berakal sehat
  • Bebas dari hadas besar

3. Adab saat mengerjakan Itikaf

  • Berdoa
  • Membaca dzikir
  • Bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW.
  • Membaca Al-Qur’an ataupun hadist
  • Jangan menyibukkan diri dengan perkataan dan perbuatan tidak bermanfaat
  • Mengharap ridho dari Allah disertai niat yang bersih
  • Sedikit makan, minum, dan tidur agar lebih khusyu
  • Menjaga kebersihan dan kesucian diri serta tempat itikaf.

4. Hal-hal yang membatalkan itikaf

  • Berhubungan suami-istri
  • Mengeluarkan sperma
  • Mabuk yang disengaja
  • Murtad
  • Haid, selama waktu itikaf cukup dalam masa suci biasanya
  • Nifas
  • Keluar tanpa alasan
  • Keluar untuk memenuhi kewajiban yang bisa ditunda
  • Keluar disertai alasan hingga beberapa kali, padahal keluarnya karena keingingan sendiri.