Perjuangan Pemprov Jatim Berakhir di Bangkalan

0
83
Ilustrasi lintasan Suramadu

Jakarta, NAWACITAPOSTPenyekatan yang dilakukan di jembatan Suramadu 5 Juni lalu menjadi kontroversi yang berakhir demonstrasi. Demonstrasi dilakukan sejumlah warga pada Senin (21/6/2021) karena menganggap penyekatan sebagai tindakan diskriminatif.

Kebijakan tersebut mengharuskan pengguna jalan yang melintasi Suramadu menunjukkan surat keterangan bebas Covid-19, atau menjalani tes antigen dan dinyatakan nonreaktif agar dapat melintasi Suramadu.

Penerapan keputusan itu menuai kontroversi dari beberapa warga Madura, pasalnya waktu pengguna jalan tersita banyak hanya untuk mengantri swab antigen, selain itu kebijakan dianggap tidak efisien.

Berdasarkan kondisi tersebut, posko penyekatan dipindah dari Suramadu ke Bangkalan, kini kebijakan terebut diterapkan di 8 Desa yang masuk ke dalam 5 kecamatan PPKM mikro di Provinsi Jatim.

Bangkalan merupakan wilayah yang menjadi zona merah tunggal di Jawa Timur. Hal ini membuat kebijakan itu terpaksa diambil, terlebih varian Delta sudah terdeteksi di daerah tersebut. Benar adanya, sekitar 1.500 orang menunjukkan gejala reaktif saat 15 hari pertama pemberlakuan kebijakan.

Predikat zona merah ini berdasarkan data kasus Covid-19 yang meningkat di Jawa Timur, per tanggal 21 Juni 2021 dari total jumlah 4.808 kasus, Bangkalan menyumbang angka 18,5 persennya.

Pemerintah Kabupaten Bangkalan terus berjuang menekan penyebaran Covid-19, dan berusaha menangurangi angka kematian terbanyak akibat Covid-19 dari Jawa Timur.