Tokyo, NAWACITAPOST - 6 Mei 2021 --- Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo menggelar sejumlah acara dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2021. Acara diawali dengan upacara bendera di Sekolah Republik Indonesia Tokyo (SRIT), dan dihadiri Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) KBRI Tokyo Nuning Akhmadi, Atase Pendidikan dan Kebudayaan Yusli Wardiatno, Ketua Komite Sekolah Causa Iman Karana yang juga Kepala Bank Indonesia Tokyo, serta Kepala Sekolah Republik Indonesia Tokyo, Saidan pada Minggu (2/5).
BACA JUGA : Semarak Hardiknas 2021 di Tiga SILN di Arab Saudi
Pada kesempatan ini, Nuning Akhmadi, menyampaikan pesan kepada para siswa Indonesia, untuk terus berprestasi setinggi-tingginya di perguruan tinggi. “Jangan pernah pernah berhenti belajar, karena belajar bisa dilakukan di mana saja,” tuturnya.
Hardiknas tahun ini di Tokyo dimeriahkan pemberian penghargaan kepada sepuluh siswa/alumni berprestasi yang diterima di perguruan tinggi terbaik di Jepang dan Indonesia, delapan insan peduli pendidikan, serta satu orang guru yang mempunyai kontribusi terbaik pada kegiatan akademik dan nonakademik SRIT selama setahun terakhir.
Selain itu sejumlah lomba juga digelar, seperti lomba cerdas cermat, merangkai puzzle, menggambar, mewarnai, dan kuliah tiga menit (kultim). Rangkaian kegiatan Hardiknas yang bertepatan dengan Ramadan juga dimeriahkan dengan penampilan lagu-lagu religi oleh siswa-siswi SRIT.
BACA JUGA : Rangkaian Peringatan Hardiknas di Singapura Berlangsung Semarak Terapkan Prokes Ketat
Kepala Sekolah Republik Indonesia Tokyo, Saidan, selaku pembina upacara juga menyampaikan pesan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, untuk Bergerak Serentak Wujudkan Merdeka Belajar. “Merdeka Belajar merupakan turunan konsep yang dicetuskan oleh Ki Hajar Dewantara, sang Pahlawan Pendidikan Nasional,” katanya.
Senada dengan itu, Atase Pendidikan dan Kebudayaan, Yusli Wardiatno, mengatakan tema yang diangkat “Bergerak Serentak, Wujudkan Merdeka Belajar” sangat tepat dan sejalan dengan konsep Ki Hajar Dewantara. Menurut saya esensi dari perjuangan Ki Hajar Dewantara adalah bahwa pendidikan haruslah mampu memerdekakan akal dan pilkiran manusia dalam mengembangkan imajinasi kemampuan menjelajah dunia ilmu dan pengetahuan sehingga dapat membentuk insan dengan kemampuan daya kreatifitas dan daya cipta inovasi yang bermanfaat bagi keberlanjutan kehidupan manusia,” pungkas Yusli.
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Editor: Kornelius
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Terkini
Rabu, 3 Juni 2026 | 21:32 WIB
Rabu, 3 Juni 2026 | 19:23 WIB
Rabu, 3 Juni 2026 | 13:26 WIB
Senin, 1 Juni 2026 | 18:58 WIB
Senin, 1 Juni 2026 | 15:47 WIB
Senin, 1 Juni 2026 | 11:15 WIB
Senin, 1 Juni 2026 | 07:51 WIB
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:24 WIB
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:24 WIB
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:24 WIB
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:24 WIB
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:24 WIB
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:23 WIB
Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:10 WIB
Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:09 WIB
Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:09 WIB
Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:09 WIB
Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:09 WIB
Jumat, 29 Mei 2026 | 13:53 WIB
Kamis, 28 Mei 2026 | 19:51 WIB