Jumat, 5 Juni 2026

Ketua Umum TP PKK Tekankan Pemakaian Masker sebagai Upaya Akhiri Pandemi

Photo Author
Kornelius, Nawacita Post
- Sabtu, 24 April 2021 | 13:16 WIB
Lombok , NAWACITAPOST– Selain untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, menurut Ketua Umum (Ketum) Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Tri Tito Karnavian, penggunaan masker juga merupakan upaya perjuangan untuk mengakhiri pandemi. Untuk itu, ia ingin masyarakat menanamkan mindset itu dalam kehidupan sehari-hari.



“Mari kita berpikir ‘Saya adalah pejuang untuk pandemi Covid-19 selesai’, Saya memakai masker, artinya saya mendukung agar anak-anak saya, cucu-cucu saya, bisa bekerja lagi seperti sebelum pandemi Covid-19,” kata Tri saat menyalurkan bantuan masker di Kantor Kepala Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (24/4/2021).

BACA JUGA :  Ketum TP PKK: Posyandu Ujung Tombak Pelayanan Masyarakat agar Lebih Sehat

Tri menuturkan, dengan menggunakan masker dan menerapkan protokol kesehatan, berarti juga memutus rantai penyebaran Covid-19 dalam skala global. Sebab, garakan ini juga tak hanya dilakukan di Indonesia, namun juga di seluruh dunia, sebagai cara mengatasi wabah yang meluas dalam waktu yang bersamaan.

-


“Jadi kita sama-sama mendukung, tidak hanya nasional, tapi seluruh dunia yaitu memakai protokol kesehatan, yaitu sehari-harinya tetap memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan dan lain-lain,” tandasnya.

BACA JUGA :   Seorang Ibu Harus Punya Pengetahuan Makanan Gizi yang Baik bagi Keluarga

Penggunaan masker yang benar, dan penerapan protokol kesehatan yang ketat, juga sebagai upaya membalikkan keadaan menjadi normal, seperti sebelum adanya pandemi Covid-19. Yakni di mana seluruh masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa, tanpa adanya pembatasan-pembatasan mobilitas.

-


“Itu semua usaha kita untuk cepat memutus rantai pandemi Covid-19 ini agar semua kembali normal, agar kita, generasi muda kita bisa bekerja lagi, jadi jangan sampai terputus karena pandemi yang tidak habis-habis,” pungkasnya.

Puspen Kemendagri

Editor: Kornelius

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini