Satgas Berharap Timnas Bulutangkis Tetap Semangat dan Jaga Kesehatan

0
951
FOTO : Prof Wiku Adisasmito

JAKARTA, NAWACITAPOST  – Satgas Penanganan Covid-19 menyayangkan dibatalkannya partisipasi dari tim nasional bulutangkis Indonesia, yang akan berlaga di ajang All England 2021, di Inggris. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito meminta para atlit dan tim official tidak patah semangat dan tetap optimis.

“Apapun keputusannya, hal yang terpenting saat ini ialah kesehatan atlit dan para official yang ikut mendampingi di Inggris, agar dapat terus terjaga hingga nanti kembali ke tanah air,” Wiku dalam keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Graha BNPB, Kamis (18/3/2021) yang juga disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

BACA JUGA :Perbaikan Penanganan Jawa dan Bali Dampak Positif PPKM Mikro

Pemerintah Indonesia katanya, pada prinsipnya menghormati regulasi penanganan pandemi Covid-19 yang berlaku di Inggris. Pemerintah meyakini perhelatan olahraga di manapun berada akan menjunjung tinggi prinsip sportivitas yang mengacu pada perilaku penghormatan, pengakuan dan toleransi hak-hak sesama insan olahraga. Yang mana hal ini akan menciptakan persaingan positif, tanpa niat merugikan pihak lain atau tanpa berlaku curang, baik di dalam pertandingan maupun di luar pertandingan.

BACA JUGA :Upaya Gotong Royong dari Pemerintah Agar Indonesia Keluar Dari Pandemi

Diberitakan berbagai media massa, kabar ini terungkap setelah pebulutangkis nasional Marcus Fernaldi Gideon membagikan kabar tersebut melalui akun media sosial miliknya. Timnas Indonesia harus mundur karena salah satu penumpang pesawat yang ditumpangi menuju Inggris, kedapatan menderita positif Covid-19.

Sesuai regulasi penanganan pandemi Covid-19 di Inggris, semua penumpang yang satu pesawat dengan penumpang Covid-19, harus menjalani isolasi selama 10 hari. Dan hal ini yang membuat timnas Indonesia harus mundur karena harus menjalani isolasi di fasilitas yang disediakan pemerintah Inggris.

 

Jakarta, 18 Maret 2021

Tim Komunikasi Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional