Catatan Lia Istifhama: 3 Ramadlan 1441 H, Tentang Kepergian Sayyidah Fatimah Yang Mengharukan

1
103

Surabaya NAWACITAPOST – Dari Miswar bin Makhramah r.a, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: “Fathimah adalah segumpal dagingku, maka barangsiapa menjadikannya marah, maka dia menjadikan aku marah”. (HR. Imam Bukhari, hadis nomor 3578).

Menginjak tanggal 3 Ramadlan, kita diingatkan tentang sejarah kisah Rasulullah, yaitu kepergian Sayyidah Fatimah a.s. pada Selasa, 3 Ramadlan 11 H. Wafat di usia muda, yaitu 28 tahun, Fatimah menyisakan kisah haru. Putri tercinta Rasulullah SAW pergi meninggalkan 4 putra putri yang masih kecil. Hasan masih berusia 7 tahun, Husain 6 tahun, Zainab 5 tahun, dan Ummi Kultsum masih berusia 3 tahun. Wafatnya Fatimah adalah secara mendadak dan hanya berselang 6 bulan setelah Rasulullah wafat. Putri Rasulullah dari Sayyidah Khadijah tersebut adalah yang mendampingi Rasulullah jelang ajal. Bahkan Fatimah mendapat bisikan dari Rasulullah SAW: “Akan tiba kita di suatu masa, kita akan bersua di sana”.

Kepergian yang mengharukan adalah potret yang manusiawi untuk dimiliki setiap manusia. Diantaranya adalah kepergian KH Masjkur Hasjim pada Kamis, 8 Sya’ban 1441 H.
“Beliau wafat diperkirakan waktu subuh. Sebelum subuh, beliau dalam posisi tengkurap. Ketika jelang adzan subuh, terlihat posisi tidur beliau menghadap ke atas dengan tangan menjulur ke bawah memegang lutut. Dan setelah subuh, tangan beliau bersendekap seperti orang sholat. Setelah itu, tidak ada gerakan lagi. Al Fatihah”.
(BNW)

Comments are closed.