Akhir Oktober Tes CAT CPNS Dilaksanakan di 269 Titik, Berikut Lokasinya!

0
41
Kesibukan pelamar cpns di salah satu wilayah.

 

Jakarta, NAWACITA– Badan Kepegawaian Negara (BKN) merilis jadwal Tes CPNS tahap berikutnya setelah beberapa hasil Seleksi Administrasi Nasional selesai.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Humas), Mohammad Ridwan menerangkan bahwa sebanyak 2.673.733 pelamar CPNS telah memenuhi syarat dari Seleksi Administrasi Nasional tersebut.

Sedangkan untuk mereka yang tidak lolos sebanyak 574.233 pelamar. Dan masih ada juga pelamar yang berkasnya sedang diverifikasi dan belum diverifikasi. Serta ada sejumlah intansi yang belum mengumumkanya.

“Berkas belum terverifikasi sebanyak 215.393 pelamar, sedang diverifikasi sebanyak 164.971 pelamar. Instansi yang telah mengumumkan sejumlah 386. Sedangkan, instansi belum mengumumkan sejumlah 172 instansi,” ujar Karo Humas BKN, Selasa (23/10).

Sementara itu, Ridwan menambahkan bahwa proses pelaksanaan seleksi CPNS 2018 kini bersiap memasuki tahap seleksi berbasis komputer, yang akan digelar serentak mulai pekan keempat Oktober 2018.

Range waktu pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) pada 26 Oktober-17 November 2018, dengan kepastian jadwal seleksi masing-masing instansi.

Sebagai informasi, sesuai dengan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 637 Tahun 2018 tentang penetapan instansi yang menggunakan sistem CAT BKN dan CAT UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer), pelaksanaan seleksi CPNS dengan CAT akan berlangsung di 269 titik, dengan rincian CAT BKN digunakan di 237 titik yang rincianya sebagai berikut.

Sebanyak 26 titik dilaksankana di Kanreg BKN, UPT BKN dan Kantor Pusat BKN, 193 titik di provinsi/kab/kota dan 18 titik di Instansi Pusat.

“Sementara CAT UNBK Kemendikbud akan digunakan di 32 titik. Digunakannya CAT UNBK (selain CAT BKN) bertujuan untuk mengoptimalkan pelayanan penyelenggaraan seleksi nasional CPNS ini mengingat banyaknya Kabupaten/Kota yang memperoleh formasi CPNS tahun 2018,” jelas Ridwan.

 

 

(Red: Pendi, sumber BKN)

Tinggalkan Balasan