Dalam Rangka Pencegahan Gangguan Keamanan dan Penanganan Bencana, Kanwil Sulteng Gelar Pelatihan Kepatuhan Internal

0
111
Kakanwil Sulteng "Lilik Sujandi" Melakukan melakukan pelatihan kepatuhan internal bersama ICITAP (International Criminal investigative Training Assistance Program)

PALU, NAWACITAPOST.COM – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Tengah (Sulteng) menggelar Pelatihan Kepatuhan Internal dalam rangka Pencegahan Gangguan Keamanan dan Penanganan Bencana (PGKP), bertempat di Rumah Tahanan Kelas IIA Palu, 15/9/2021.

Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut Kanwil Kemenkumham Sulteng menghadirkan narasumber atau trainer yang berasal dari ICITAP (International Criminal investigative Training Assistance Program) yang berasal dari Amerika Serikat yang sudah berpengalaman dan berkompetensi dalam bidang pelatihan, serta diikuti oleh seluruh perwakilan dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan Sulawesi Tengah dan juga Tim Kantor Wilayah.

Dalam kemesempatan Kakanwil Kemenkumham Sulteng (LILIK SUJANDI) menyampaikan bahwa tujuan kegiatan tersebut untuk memperkuat kepatuhan internal terhadap regulasi yang ada dan menanamkan rasa tanggung jawab yang tinggi pada petugas pemasyarakatan guna meminimalisir resiko kerawanan serta mencegah barang-barang yang tidak diinginkan atau terlarang masuk ke dalam Lapas sehingga menyebabkan gangguan keamanan dan menggangu terciptanya Lapas Bersinar, juga untuk menciptakan trainer/pelatih yang nantinya memiliki kompetensi untuk melatih para petugas lain agar setiap petugas memiliki pemahaman dan juga komptensi yang mumpuni.

BACA JUGA : Kanim Palu Mulai Dibangun, Kakanwil Sulteng “Lilik Sujandi” Tinjau Langsung untuk Memastikan Realisasi Pengerjaan Sesuai Target

“Mentoring dari Kepatuhan Internal Kenal adalah semua regulasi tentang pengawasan bisa dilakukan petugas pengamanan. Tujuannya adalah dengan adanya pelaksanaan pemisahan kemudian pengawasan kontrol penggeledahan dan juga penindakan itu hasilnya sangat produktif untuk menjaga dari kejadian gangguan keamanan, termasuk peredaran narkoba di Lapas dan Rutan. Contoh, misalnya kalau setelah petugas pemeriksaan di pintu utama kalau dia melakukan penggeledahan dengan tepat dengan semestinya sesuai dengan regulasi dan dia sadar bahwa itu tanggung jawab dia, kemudian juga dalam bentuk pengawasan yang mengawasi, kemudian juga ada unsur penegakan, maka peluang untuk masuknya narkoba akan minim. Contohnya seperti itu,” ujar Lilik.

“Nah terkait dengan kepatuhan ini tidak saja dia paham dengan Aturan regulasi bagaimana dilaksanakan tapi dia juga punya rasa tanggung jawab memahami bahwa kalau tidak dilaksanakan maka akan ada resikonya, ini dia dapat yang harus dia pahami, kemudian bagaimana dengan adanya kepatuhan, adanya simulasi dari setiap aspek permasalahan tugas kalau tidak pernah disimulasikan petugas-petugas yang baru. Misalnya dia enggak tahu, kalaupun dibaca, berbeda. Tapi kalau simulasi, misalnya bagaimana sih, makin ada barang kalau disimulasikan maka jauh lebih paham bagaimana dilaksanakan,” lanjut Lilik.

Lilik juga menyampaikan bahwa indeks kepatuhan berbanding balik dengan indek kerawanan. Jika ketertiban tinggi, kepatuhan yang disamakan tinggi, resikonya menjadi kecil, begitu jug sebaliknya.

“Lalu ada peraturan-peraturan, itu adalah adalah cara bagaimana sebuah regulasi dilaksanakan dengan semuanya tapi nanti setelah tindakan bagaimana pemeriksaan area, nah dari situ kita bisa mengetahui indeks kepatuhan sebuah Lapas. Misalnya karena indeks kepatuhan itu akan berbanding balik dengan indeks kerawanan. Begini, kalau ketertibannya tinggi ya kepatuhan yang disamakan tinggi, maka resikonya menjadi kecil. Demikian sebaliknya, kalau terjadi kerawanan yang tinggi, maka tingkat kepatuhannya pasti rendah. Nah indeks antara kepatuhan dan kerawanan Itulah yang sedang kita laksanakan, sehingga kita bisa mengukur seberapa sih tingkat resiko Lapas dan Rutan. Ini menjadi penting untuk membiasakan kita membuat indeks kepatuhan kita tinggi. Dari mana? Dari pelatihan ini. Kira-kira seperti itu,” jelas Lilik.

BACA JUGA : Kakanwil Kumham Sulteng Lilik Sujandi & BNNP Perkuat Koordinasi, Menjadikan Lapas Bersinar

Diakhir Lilik menyampaikan bahwa pelatihan ini sifatnya berkelanjutan.

“Pelatihan ini sifatnya berkelanjutan artinya hari ini misalnya disiapkan pemain pemahaman dengan nada simulasi, berikutnya ini akan dilakukan pelatihan kepada yang lain, karena ini adalah pelatihan untuk pelatih yang suatu saat akan turun ke Lapas lain, sehingga tingkat kepatuhan ini sebagai gerakan untuk semuanya keberlanjutan daripada training of trainer pelatihan-pelatihan di Lapas lain,” tutup Lilik.

Tidak hanya sampai disitu, pihak dari ICITAP juga menyampaikan apresiasinya pada peserta kegiatan yang sangat aktif dalam mengikuti kegiatan tersebut.

I love this training. i had excellent class. This class so very good and have good question and i’m really enjoyed myself very much today,” tutur Joe. (Em)