Waskita dan PT Akses Pelabuhan Indonesia Tandatangani Divestasi Jalan Tol Cibitung Cilincing

0
158

Jakarta, NAWACITAPOST.COM – PT Waskita Karya (Persero) Tbk (Kode Saham: WSKT) melalui anak usahanya yaitu PT Waskita Toll Road (“WTR”) telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Bersyarat (“PPJB”) dengan PT Akses Pelabuhan Indonesia (“PT API”) atas seluruh kepemilikan saham WTR pada PT Cibitung Tanjung Priok Port Tollways (“CTP”). CTP adalah pemegang konsesi atas jalan tol Cibitung Cilincing, Rabu 21 Juli 2021.

Divestasi jalan tol merupakan bagian dari proses bisnis Waskita sebagai salah satu pengembang infrastruktur terbesar di Tanah Air. Waskita menggunakan skema asset recycling, yaitu investment

BACA JUGA : Raih Pendapatan Usaha Rp2,7 Triliun Sepanjang Kuartal I, Waskita Fokus Pemulihan Kinerja

– construction – divestment dalam mendorong kinerja usaha serta sebagai bentuk nyata kontribusi perusahaan dalam mendukung pembangunan Nasional. Selain bagian dari proses bisnis Waskita, Divestasi juga merupakan bagian dari komitmen Waskita dalam rangka penyehatan keuangan Waskita serta menciptakan bisnis yang berkelanjutan.

Melalui penandatanganan PPJB tersebut, WTR dan PT API menyepakati untuk melakukan pengalihan 55% saham WTR pada CTP melalui skema jual beli dengan nilai transaksi sebesar Rp2,49 Triliun.

Adapun kini WTR merupakan pemegang saham atas 55% saham pada CTP, sedangkan PT API merupakan pemegang saham atas 45% saham pada CTP. Setelah transaksi diselesaikan maka PT API akan menjadi pemegang saham atas keseluruhan CTP.

PT API merupakan anak usaha dari PT Pengembang Pelabuhan Indonesia dan PT Pelabuhan Tanjung Priok,serta bagian dari grup perusahaan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero). PT API bergerak dalam bidang penyediaan jalan akses khusus dan/atau jalan tol kepelabuhan dan fasilitas pendukungnya.

BACA JUGA : President Director Waskita Terbang ke Abu Dhabi

Penandatanganan PPJB tersebut dilakukan oleh Septiawan Andri selaku Direktur Utama WTR dan Iwan Ridwan selaku Direktur Utama PT API pada hari Rabu, 21 Juli 2021 pukul 10.00 secara daring melalui video conference.

Direktur Utama WTR, Septiawan Andri Purwanto menjelaskan, bahwa dana yang diterima dari hasil divestasi ini akan digunakan untuk mendukung proses bisnis WTR kedepannya. “Setelah menandatangani PPJB, kami masih harus melakukan pemenuhan persyaratan administrasi dan memastikan proses divestasi dilakukan dengan mematuhi ketentuan yang berlaku sebelum penandatanganan Akta Jual Beli (“AJB”) antara kami dengan PT API,” jelas Septiawan. Adapun proses divestasi CTP ini ditargetkan untuk dapat selesai pada Triwulan III Tahun 2021.

Direktur Utama PT Waskita Toll Road (“WTR”) : Septiawan Andri rapat bersama yang lain lewat virtual.

Dengan adanya divestasi CTP ini, Waskita diperkirakan dapat menurunkan utang melalui dekonsolidasi hingga Rp5 Triliun. Saat ini Waskita telah sukses melaksanakan divestasi atas 4 ruas jalan tol dari 9 ruas jalan tol yang ditargetkan untuk dilepas kepada investor di tahun 2021 ini.

Sebagai informasi, pada April 2021, Waskita telah sukses melakukan divestasi atas seluruh kepemilikan saham WTR pada PT Jasamarga Kualanamu Tol (“JMKT”) kepada Kings Rings Ltd. Kemudian pada bulan Juni 2021 lalu, Waskita juga telah berhasil melakukan divestasi atas 40%

BACA JUGA : Takut Kasus Korupsi Hambalang Dibongkar, SBY Serang Jokowi Melalui Ibas

kepemilikan saham WTR pada PT Jasamarga Semarang Batang (“JSB”) serta divestasi atas 35% saham WTR pada PT Cinere Serpong Jaya (“CSJ”).

Divestasi kepemilikan WTR pada JSB dilakukan dengan 2 skema, yaitu melalui melalui penerbitan Reksa Dana Penyertaan Terbatas (“RDPT”), serta melalui konversi saham (share swap), masing- masing atas 20% kepemilikan WTR pada JSB. Sedangkan divestasi pada CSJ dilakukan seluruhnya melalui mekanisme share swap.

Kesuksesan Waskita dalam melakukan divestasi ini membuktikan bahwa minat para investor untuk melakukan investasi pada konsesi jalan tol Waskita masih sangat tinggi.

BACA JUGA : Produksi Dalam Negeri, Menteri BUMN Erick Thohir : BUMN Farmasi Produksi Empat Macam Obat Covid-19

President Director Waskita, Destiawan mengatakan “Divestasi dan program penyehatan keuangan lainnya akan mendorong perbaikan kondisi keuangan Waskita, untuk kemudian dapat memberikan dampak yang positif terhadap pencatatan kinerja Waskita di masa mendatang,”.

Saat ini Waskita memiliki 8 program penyehatan keuangan Perusahaan yang mencakup divestasi jalan tol, restrukturisasi utang Waskita Induk, restrukturisasi utang Anak Usaha, penyelesaian ruas tol investasi, transformasi proses bisnis, penerapan tata kelola dan manajemen risiko, serta pengajuan dukungan kepada Pemerintah dalam bentuk penjaminan pinjaman dan surat utang serta pengajuan Penyertaan Modal Negara (PMN).