Waskita dan BJB Sepakati Restrukturisasi

0
65

Jakarta, 28 April 2021, NAWACITAPOST.COM – PT Waskita Karya (Persero) Tbk (Kode Saham : WSKT) dan anak usahanya yaitu PT Waskita Karya Infrastruktur (“WKI”) telah mencapai kesepakatan restrukturisasi kredit dengan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat & Banten (“BJB”).

BACA JUGA : Waskita Bangun Masjid Raya Sheikh Zayed Berkapasitas 12.000 Jamaah

Dalam penandatanganan perjanjian restrukturisasi yang dilakukan di Gedung Waskita Heritage tersebut, pihak Waskita diwakili oleh Senior Vice President Finance Division, Eka Desniati dan Direktur Keuangan WKI, Darmanta. Sementara BJB diwakili oleh Dicky Syahbandinata selaku Pemimpin Divisi Korporasi dan Komersial.

Waskita dan BJB menyetujui restrukturisasi kredit modal kerja dengan nilai sebesar Rp998 Miliar yang terdiri dari relaksasi pembayaran kewajiban pokok utang pinjaman serta relaksasi pembayaran sebagian bunga dengan opsi penyesuaian bila kesepakatan restrukturisasi dengan seluruh kreditur (grand resturcturing) nanti dilakukan.

Sementara pada kesempatan yang sama, WKI dan BJB sepakat untuk merestrukturisasi pinjaman dengan total nilai mencapai Rp156 Miliar, yang terdiri dari kredit modal kerja senilai Rp40 Miliar dan kredit investasi sebesar Rp116 Miliar. Dengan ditandanganinya perjanjian restrukturisasi, WKI dan BJB sepakat untuk melakukan relaksasi pembayaran pokok pinjaman dan bunga, serta perpanjangan jatuh tempo pinjaman.

BACA JUGA : Keren! Waskita Serah Terima ISO 19650 BIM dan ISO 31000 Manajemen Resiko

Anak usaha Waskita dibidang realty, yaitu PT Waskita Karya Realty (“WKR”) juga telah terlebih dahulu mendapatkan persetujuan kreditur untuk restrukturisasi pinjaman. Pada akhir tahun 2020, WKR dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (“BTN”) menyepakati restrukturisasi kredit modal kerja dengan nilai mencapai Rp428 Miliar, atas kredit modal kerja Proyek residensial 88 Avenue Surabaya dan Reiz Condo Medan. Restrukturisasi diberikan dalam bentuk perpanjangan masa jatuh tempo dan penyesuaian jadwal pembayaran pokok pinjaman.

Sekretaris Perusahaan Waskita, Ratna Ningrum, menjelaskan bahwa restrukturisasi yang telah disepakati dengan kreditur merupakan bagian dari program restrukturisasi keuangan Grup Waskita. “Saat ini Waskita masih dalam proses diskusi dengan seluruh kreditur. Kami harap prosesnya dapat selesai dalam waktu dekat,” jelas Ratna.

“Kesepakatan yang telah diraih dengan BJB dan BTN menjadi awal yang baik dari proses restrukturisasi Waskita Group,” lanjut Ratna. Tujuan dari restrukturisasi adalah untuk memperkuat kondisi keuangan Waskita dan meningkatkan kinerja perusahaan secara keseluruhan pasca terdampak Pandemi Covid-19. Seperti diketahui, kinerja Waskita tertekan beban bunga yang cukup besar. Pada tahun 2020, Waskita harus menanggung beban bunga hingga Rp4,7 Triliun dan mencatatkan kerugian bersih. Ratna mengatakan restrukturisasi diharapkan akan membuat arus kas Waskita lebih sehat dan menjadikan tingkat bunga lebih kompetitif.

Rencana restrukturisasi Waskita mendapatkan dukungan penuh dari Kementerian BUMN. Menteri BUMN, Erick Thohir, telah membentuk tim khusus beranggotakan pejabat dari Kementerian BUMN, Waskita, serta Himbara dalam rangka menyukseskan program tersebut.

BACA JUGA : Wapres Ma’ruf Kunjungi Bendungan Way Sekampung Karya Waskita

Seiring dengan restrukturisasi keuangan, Waskita juga tengah melakukan transformasi dalam segala aspek bisnisnya. “Waskita fokus pada perbaikan fundamental perusahaan,” kata Ratna. “Kami tengah membuat formulasi strategi dan proses bisnis terbaik untuk menciptakan Waskita yang lebih kompetitif, efisien, dan sustainable,” tutupnya.

(Rel./Humas)

Tinggalkan Komentar