Fokus Penanganan Pandemi Covid-19, Waskita Menunda Kenaikan Gaji Karyawan

0
247

Jakarta, 14 April 2021, NAWACITAPOST.COM, Dampak pandemi Covid-19 tidak hanya berpengaruh signifikan terhadap kinerja PT Waskita Karya (kode saham: WSKT), tapi juga terhadap pegawai Perseroan. Dengan jumlah pegawai mencapai 6.000 orang di seluruh Indonesia dimana keselamatan kerja pegawai menjadi prioritas utama, tidak heran jika salah satu fokus Perseroan di tahun 2020 adalah menjaga kondisi kesehatan pegawai dan keluarga.

BACA JUGA : Waskita dan SMI Tandatangani PJBB Divestasi 2 Tol

“Kami berkomitmen untuk terus menjadikan pegawai sebagai aset utama. Walaupun dalam kondisi likuiditas yang ketat, fokus pada kesehatan pegawai dan keluarga tetap menjadi program utama Perseroan”, jelas Director of HCM & System Devlopment, Hadjar Seti Adji.

Director of HCM & System Devlopment, Hadjar Seti Adji.

Penerapan protokol kesehatan dilakukan di kantor pusat, unit bisnis, proyek dan anak perusahaan dengan melibatkan partisipasi seluruh pegawai, tanpa terkecuali. Untuk memastikan protokol kesehatan berjalan dan dipatuhi oleh semua komponen, Perseroan membentuk Satgas Covid-19 di seluruh level struktur organisasi.

Terdapat 2 program utama dalam rangka pelaksanaan protokol kesehatan tersebut. Pertama adalah tindakan preventif dan kuratif berupa pencegahan dan perawatan dampak Covid-19 secara rutin. Kegiatan ini meliputi kewajiban swab antigen dan PCR secara berkala ke seluruh pegawai, pemberian obat-obatan pendukung, perawatan di rumah sakit atau isolasi mandiri untuk pegawai dan keluarga yang positif Covid-19 serta vaksinasi terpadu.

BACA JUGA : Segmen Bisnis Konstruksi Tetap Profitable, Waskita Optimis Pulihkan Kinerja di 2021

Kedua, penyiapan infrastruktur kerja yang sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku. Program ini antara lain berupa penyesuaian ruang rapat dan ruang kerja, pengaturan transportasi, penyediaan makanan sehat steril, dukungan atas infrastruktur proses kerja online, pemenuhan kewajiban kontrak atas pegawai terdampak pandemi dan penyiapan fasilitas pendukung kerja mandiri lainnya.

“Tidak ada kenaikan gaji Komisaris, Direksi dan pegawai di tahun 2020. Bahkan Perseroan melakukan efisiensi dengan mengurangi fasilitas tunjangan jabatan, tunjangan kinerja dan fasilitas lainnya secara signifikan. Biaya dan fasilitas perjalanan dinas juga dikurangi hingga 52%”, tegas Hadjar menyikapi pemberitaan terkait biaya pegawai yang meningkat.

BACA JUGA : Wapres Ma’ruf Kunjungi Bendungan Way Sekampung Karya Waskita

Konsekuensi dari komitmen Perseroan di atas adalah meningkatnya beban pegawai. Perseroan mencatat terjadinya kenaikan biaya pegawai tahun 2020 sebesar Rp 134 miliar dibanding tahun 2019. Selain biaya penanganan Covid-19 yang mencapai angka sekitar Rp 43 miliar, kenaikan biaya pegawai terutama berasal dari biaya perawatan kesehatan, beban cadangan dan penyelesaian kerja pegawai kontrak di proyek tol yang sudah selesai, serta talangan dana asuransi pensiun pegawai.

“Proses efisiensi ini kami lakukan secara seimbang dengan tetap menjaga hak-hak pegawai dan kelangsungan bisnis Perseroan” pungkas Hadjar

(Rel. KabagHumas/Poppy)