Kalapas Panyabungan Mandailing Natal Indra Kesuma Tugasnya Disandarkan Pada Konstitusi

0
175
Kalapas Kelas II B Panyabungan Mandailing Natal, Indra Kesuma Amd, IP, SH, MH.

Panyabungan, NAWACITAPOST – Penghuni lembaga pemasyarakatan  (lapas) di seluruh dunia, termasuk Indonesia adalah karena kasus narkoba dan obat-obat terlarang lainnya. Lapas Panyabungan, Mandailing Natal (Madina), selain adanya pandemi covid 19 yang menjadi dampak. 

Baca Juga : Reynhard Saut Poltak Silitonga,  Dirjen Pemasyarakatan Yang Suka Blusukan ke Lapas  dan Rutan 

DAMPAK lain dari lapas ini. Kelebihan  kapasitas pemicunya. Dari 406 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), sedang daya tampungnya 192.

Kalapas kelas II B Panyabungan, Mandailing Natal  Indra Kesuma menuturkan bahwa untuk mendirikan UPT  dengan kapasitas 1000 membutuhkan dana sebesar 1 triliun rupiah.

Lanjut Indra, tidak hanya Lapas Kelas IIB Panyabungan saja yang over kapasitas, semua UPT di seluruh Indonesia juga demikian dan sudah menjadi masalah klasik,” sambungnya.

Indra menyebutkan kondisi itu tidak menjadi alasan untuk toleran terhadap hal-hal pelanggaran. Upaya memaksimalkan SDM dan pembinaan para napi tetap terus dilakukan. Untuk menghindari penyelundupan barang-barang terlarang masuk ke Lapas, Indra mengatakan pihaknya selalu melakukan pengawasan ketat.

Di sisi lain, dengan keadaan yang ada saat ini, Indra juga berupaya semaksimal mungkin menciptakan rasa nyaman di dalam Lapas termasuk juga pembinaan para napi dengan mengambil konsep seperti di pesantren.

Pencegahan, dan pemberantasan narkoba dan barang-barang terlarang lainnya lapas ini selalu melakukan razia gabungan. Bukan hanya kepada WBP, pengunjung yang merupakan keluarga dan teman dari WBP pun ikut diperiksa.

Hal ini sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam UU, tinggal menjalankannya saja, tandasnya.