Kakanim Kupang Syahril Inovasi Buat Paspor Di Rumah Warga, Hasil Covidnya Berkurang

0
192

Kupang, NAWACITAPOST – Pandemi Covid – 19, salah satu memutus mata rantainya adalah setiap orang tinggal di rumah, jika keperluan di luar tidak begitu penting. Karena warga banyak tinggal di rumah, maka setiap instansi melakukan terobosan jemput bola  kepada warga.

Baca Juga : Reynhard Saut Poltak Silitonga,  Dirjen Pemasyarakatan Yang Suka Blusukan ke Lapas  dan Rutan 

SEPERTI yang dilakukan Kantor Imigrasi (Kanim)  Kelas I TPI Kupang Nusa Tenggara Timur yang  menerapkan pelayanan paspor dari rumah ke rumah sebagai bagian dari peningkatan pelayanan kepada masyarakat di wilayah kerja kantor Imigrasi Kelas I TPI Kupang sekaligus mencegah penumpukan masyarakat di kantor tersebut.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kupang NTT Syahril  mengatakan bahwa hingga saat ini baru dua daerah (Kabupaten Alor dan Sumba Barat Daya)  menyambut baik program dari kantor Imigrasi Kupang. Sementara enam kabupaten/kota lainnya seperti Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Sumba Timur, Sumba Barat dan Sumba Tengah, Rote dan Sabu Raijua belum.

Bahkan warga begitu antusias menyambut  pelayanan pembuatan paspor dari rumah ke rumah masyarakat. Di Alor saja hanya dalam beberapa hari ada 25 pemohon mengajukan permohonan pembuatan paspor.

Demikian juga di Kabupaten Sumba Barat Daya, ujar dia banyak warga yang antusias untuk pembuatan pasport karena memang mereka kesulitan selama ini dalam pembuatan paspor, apalagi di tengah pandemi COVID-19.

Syahril menambahkan bahwa pembuatan paspor itu tidak berlaku bagi perorangan. Tetapi hanya berlaku bagi warga masyarakat yang sudah berhasil mengumpulkan tetangganya yang jumlahnya mencapai 10 orang.

“Jadi nanti dikumpulkan dulu 10 orang di salah satu rumah, baru kami akan menuju ke rumah itu untuk membuatkan pasport. Kalau satu persatu kami tidak layani pembuatan paspor dari rumah ke rumah,” tambah Syahril.

Lebih lanjut kata dia, pelayanan paspor dari rumah ke rumah itu juga dilakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan, seperti mencuci tangan, menjaga jarak serta memakai masker.

Ia pun menyayangkan, baru dua kabupaten saja yang menyambut baik penerapan pembuatan passpor dari rumah ke rumah itu, sementara itu kabupaten lainnya belum sama sekali.

Rencananya lanjur Syahril,  pembuatan paspor dilakukan di pusat perbelanjaan kota Kupang.
Menanggapi hal itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM NTT Marciana D Jone mengatakan bahwa, saat ini setiap satuan kerja (satker) memang diwajibkan untuk menciptakan inovasi-inovasi untuk memberikan pelayanan bagi masyarakat.

Dan, kantor Imigrasi Kelas I TPI Kupang telah berhasil melakukan terobosan-terobosan tersebut. Peningkatan pelayanan kepada masyarakat  menjadi prioritas utamanya juga.

Inovasi jemput bola yang dilakukan Kakanim Kupang dibantu anak buahnya selain mendapat antusias warga daerah ini. Covid pun tak menyebar karena tak ada kerumuman warga berkumpul.