Dibekali Keahlian Pembuatan Masker, Face Shield Dan APD, Tuai Pujian Dari Keluarga WBP 

0
382
Kalapas Kelas II A Pontianak Farhan Hidayat SH, MH

Pontianak, NAWACITAPOST –Di benak kita mendengar kata Lembaga pemasyarakatan (Lapas). Selalu identik dengan tahanan atau mungkin narapidana. Penghuni yang mendekamnya jelas melakukan pelanggaran. Kasus narkoba, teroris dan kejahatan kriminal lainnya ada di dalam Lapas.

Baca Juga : Kalapas Gunungsitoli Soetopo Berutu Giat Tingkatkan SDM Warga Binaan

BERJALANNYA waktu,  lapas dituntut berbenah. Penghuni yang mendekam disebut warga binaan pemasyarakatan (WBP). Keahlian WBP yang telah ada. Diberi tambahan ketrampilan dengan mendatangkan orang atau lembaga dari luar lapas yang mempunyai kecakapan dan ketrampilan khusus.

Pembuatan Masker, Face Field, dan APD oleh WBP Lapas Kelas II A Pontianak

Seperti yang dilakukan Lapas kelas II A Pontianak. Dimasa wabah pandemi telah melakukan kegiatan pembinaan terhadap WBP dengan pembuatan masker sebanyak 2.000 buah, face shield 250 buah dan pakaian APD 200 buah. Ketiga pembuatan dari WBP itu telah disumbangkan kepada Pemda Kubu Raya dan Kantor Gubernur Kalimantan Barat, serta kepada masyarakat pengendara roda.

Pembuatan Masker, Face Field, dan APD oleh WBP Lapas Kelas II A Pontianak

Selain itu juga pengolahan limbah plastik yang pemasarannya terkendala oleh covid-19 kegiatan Lapas Industri Pontianak dialihkan ke pembuatan batako dan pembuatan rangka besi cor yang diharapkan meningkatkan PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) juga berharap WBP setelah bebas mempunyai keterampilan, sehingga kelak hidup di tengah-tengah masyarakat bisa mandiri.

Harapan itu disampaikan Kepala Lapas II A Pontianak Farhan Hidayat dihadapan WBP. Pasalnya, WBP yang bebas dari lapas dan berbaur dengan masyarakat. Cara paling efektif dibekali dengan ketrampilan yang dimiliki selama berada di Lapas.

Setidaknya pembuatan masker  di tengah pandemi ini oleh WBP yang telah bebas. Yang dikerjakan di rumah-rumah masing. Bisa menjadi mata pencahariannya. Sehingga cibiran atau umpatan bahwa WBP bisa berlaku sama dan kembali ke lapas lagi. Ditepis dan diredam, bahkan tak ada lagi. Karena sudah ada pekerjaan yang digelutinya. Walaupun itu hanya buat masker.

Program yang dicanangkan dan dilaksanakan Kalapas ini kepada WBP. Menuai pujian dari keluarga WBP.