Lapas Rangkasbitung Usulkan Remisi di Hari Kemerdekaan Bagi 95 Napi

0
282

LEBAK, NAWACITAPOST.COM – Sebanyak 95 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas III Rangkasbitung diusulkan untuk mendapatkan remisi Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 75 tahun 2020.

Kepala Lapas Kelas III Rangkasbitung, Budi Ruswanto menyampaikan bahwa Narapidana Lapas Rangkasbitung akan diusulkan mendapat remisi umum 17 Agustus tahun 2020 ini.

“Kemerdekaan 75 tahun Republik Indonesia ini memiliki tema yang baik yaitu Indonesia Maju, bukan hanya dirasakan oleh seseorang melainkan seluruh rakyat Indonesia. 17 Agustus adalah hari kemerdekaan bagi seluruh rakyat Indonesia, dan tentu berdasarkan aturan yang telah ditetapkan oleh negara memberikan pengurangan masa pidana (remisi) kepada narapidana diseluruh tanah air,” papar Budi.

Namun, Narapidana yang diusulkan tentu harus memenuhi syarat, besarannya masing-masing bervariatif dari 1 bulan sampai 5 bulan dengan syarat narapidana berperilaku dan mengikuti pembinaan dengan baik yang akan dinilai dan diteliti kelayakan usulannya oleh tim TPP Lapas Rangkasbitung.

Kalapas menambahkan, bahwa dari total 232 WBP Lapas Rangkasbitung hanya 95 yang diusulkan mendapat remisi kemerdekaan, dan 3 orang diantaranya akan bebas langsung.

“Untuk sisanya tidak memenuhi persyaratan seperti belum menjalani masa pidana 6 bulan dan masih menjalani proses persidangan,” ujar Budi.

Sementara Kasubsi Admisi dan Orientasi, Dede Ukmartalaksana menegaskan, bahwa usulan remisi diberlakukan bagi seluruh narapidana yang memenuhi persyaratan sebagaimana telah teregister dalam sistem database Pemasyarakatan (SDP).

“Untuk usulan remisi sekarang sudah online menggunakan aplikasi database, basisnya data SDP kita verifikasi melalui sistem, dan sudah online terkoneksi dengan dunia luar sehingga tranparansi. Seluruh napi diusulkan kecuali yang belum memenuhi persyaratan,” tutur Dede.

Sementara, salah seorang WBP sebut Kucrut mengungkapkan, merasa sangat senang karena akan mendapatkan remisi.

“Kami rasa remisi adalah sebuah penghargaan dan perhatian Negara, tentu karena kami sudah mengikuti serangkaian pembinaan disini, dan hasilnya akan menambah semangat kami lagi untuk menjadi lebih baik,” tutup Kucrut.