Koalisi Prabowo-Sandi Dianggap Lemah, Partai Pengusung Kemana?

0
131
Pasangan Capres-Cawapres nomor urut 2, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. (Foto: Merdeka).

 

Jakarta, NAWACITA– Ketua Pusat Studi Literasi Media Afriadi Rosdi menilai tim koalisi Indonesia Adil Makmur yang mengusung pasangan capres – cawapres Prabowo Subianto – Sandiaga Salahuddin Uno masih sangat mengedepankan egois sektoral.

Seperti halnya cuitan salah satu wasekjen partai koalisi tersebut asal Partai Demokrat, Andi Arief yang menyatakan Capres mereka yakni Prabowo Subianto terlihat malas turun berkampanye ke tengah masyarakat.

“Dari pengamatan yang saya simpulkan, Prabowo – Sandi masih belum menemukan cara mencairkan egoisme sektoral tersebut demi memperkuat soliditas tim,” ujar Afriadi kepada awak media, Selasa (16/10).

Dalam membangun koalisi yang kuat dan solid menurutnya harus dibangun dengan kepercayaan antara tim. Perjuangan harus dilakukan bersama dan memberikan keuntungan untuk semua pihak.

“Bila dilihat sampai saat ini, koalisi pendukung Prabowo – Sandi masih didominasi partai Gerindra. Partai lain belum mendapatkan keyakinan ataupun menyakinkan diri mendapatkan peran besar dalam tim, “jelasnya.

Menurut Afriadi, kondisi makin diperparah dengan kesan lemahnya komitmen Prabowo merealisasikan keuntungan dari pelaksanaan Pilpres 2019 untuk semua koalisi. Sebagaimana diketahui koalisi Indonesia Adil Makmur terdiri dari Partai Gerindra, PKS, PAN, Partai Demokrat, dan Partai Berkarya.

Afriadi mencontohkan, posisi Wakil Gubernur DKI Jakarta yang ditinggalkan Sandiaga. Prabowo terkesan membiarkan sejumlah tokoh Gerindra melakukan manuver politik.

Padahal sebagaimana diketahui, Gerindra sebelumnya berkoalisi dengan PKS saat mengusung Anies Baswedan – Sandiaga Uno.

 

 

 

 

(Red: Pendi, sumber JPPN)

Tinggalkan Balasan