Menkumham Lakukan Peletakan Batu Pertama Kantor Imigrasi di Bogor

0
126

Bogor,NAWACITA- Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly, melakukan penandatanganan prasasti dan peletakan batu pertama Gedung Kantor Imigrasi kelas I Non TPI di Bogor,Jawa Barat, Kamis (18/7/19). Selain menkumham dan jajarannya, peletakan batu pertama kantor Imigrasi itu juga dihadiri oleh Walikota Bogor, Bima Arya.

Bima Arya menegaskannya, kehadirannya di acara itu bersama muspika Bogor,mencerminkan dukungan pada pembangunan kantor imigrasi di Bogor. Menurut Walikota Bogor, kehadiran gedung baru yang lebih representatif akan memberi pelayanan terbaik pada masyarakat Bogor.

“Perkembangan Kota Bogor semakin pesat. Begitu juga kebutuhan dokumen keimigrasian terus meningkat. Saya jamin, pembangunan kantor ini akan berjalan lancar dan kita kawal sampai benar-benar sukses jadi kantor imigrasi terbaik,”kata Bima Arya.

Sementara Yasonna Laoly mengucapkan terimakasih pada Walikota Bogor atas bantuannya. Hal ini berbeda dengan kota lain dalam  hal kepentingan pelayanan. Yasonna berharap Bima Arya juga membantu perluasan berbagai sarana lembaga pemasyarakatan (lapas) seperti yang dilakukan daerah Bekasi.

“Disain bangunan gedung ini bisa menambah keindahan Kota Bogor karena ada unik dan tentu saya berharap pelayanan semakin lebih baik,”kata Yasonna.

Yasonna menambahkan, karena keterbatasan kuota haji, umroh sering jadi alternatif masyarakat. Maka kantor imigrasi diharapkan bisa membantu pengurusan dokumen. Kantor yang akan dibangun, kata Yasonna,ukurannya 4 kali lebih besar dibading kantor lama. Yasonna pun berharap, kehadiran kantor baru akan mengurangi aksi pungutan liar (pungli).

“Meskipun masih ada info negatif perihal pungli, tapi secara keseluruhan keluhan soal pungli sudah berkurang. Saya ingin informasi pungli sudah tidak ada lagi di seluruh kantor pelayanan kemenkumham di seluruh Indonesia,”kata Yasonna.

Gedung Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Bogor  yang akan dibangun berlokasi di Jalan Jenderal Ahmad Yani No.19, Bogor. Berdiri di atas tanah seluas 14.200 m2 dengan luas bangunan 5.141 meter persegi. Gedung.  itu dibangun menggunakan anggaran sebesar 45 Milyar yang diambil dari DIPA Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Bogor.

Rencananya, bangunan akan terdiri dari 2 (dua) lantai dan 1 (satu) basement, yang akan diprioritaskan untuk memberikan kemudahan dalam pelayanan keimigrasian. Yasonna pun berharap pembangunan gedung berjalan sesuai jadwal.

 

Tinggalkan Balasan