1.091.255 Unit Terbangun, Program Sejuta Rumah Capai Target

0
30

Jakarta NAWACITA – Hingga saat ini program sejuta rumah sudah mencapai target. Dalam laporan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang disampaikan Direktur Jenderal (Dirjen) Penyediaan Perumahan, Khalawi Abdul Hamid, disebutkan bahwa per 10 Desember 2018, sudah ada 1.091.255 unit rumah terbangun.

Kemen PUPR meyakini jumlah tersebut masih akan bertambah hingga akhir tahun, melihat kenaikan itu terjadi hanya dalam tempo 10 hari. Akhir November lalu, kata dia, program sejuta rumah sudah mencapai 1.041.323 unit rumah.

“Alhamdulillah sesuai janji kita semua kita tembus satu juta rumah. Sebetulnya pertengahan sudah 1.091.255 unit itu update per 10 Desember 2018,” ujarnya di Jakarta, Kamis (13/12).

Diakui Khalawi, tercapainya program sejuta rumah tidak terlepas dari sinergitas seluruh stakeholder di bidang perumahan baik itu dari pemerintah pusat, daerah, swasta dan masayarakat. meskipun menurutnya angkanya masih didominasi oleh pemerintah.

“Dalam gerakan ini seluruh pemerintah pusat, daerah swasta dan masyarakat bersama sama mendorong,” ucapnya.

Ia memaparkan, berdasarkan perhitungan kontribusi pemerintah terhadap program sejuta rumah adalah sekitar 50 persen.

“20 persen di antaranya adalah disediakan dari Direktorart Jenderal Penyediaan Perumahan, dan 30 persen berasal dari Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan,” kata Khalawi.

Sedangkan sisanya, lanjut dia, berasal dari berbagai macam stakeholder perumahan. Baik itu dari swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ataupun lewat skema Kerjasam Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

“Ancar-ancar saja kira-kira 50 persen pemerintah hadir disitu. Sebesar 20 persen dari APBN langsung yang dikelola Dirjen Penyediaan perumahan, 30 persen itu subsidi melalu pembiayaan,” jelasnya.

Khalawi menambahkan, program sejuta rumah merupakan cara pemerintah untuk menekan angka backlog, baik itu backlog secara kepemilkan rumah maupun backlog dari sisi kualitas rumah.

“Program sejuta rumah ini suatu program yang menggerakkan seluruh stakeholder untuk bersama sama membangun perumahan atau menyelesaikan masalah backlog,” tutup Khalawi.

Tinggalkan Balasan