Yasona Laoly Teken Permenkumham tentang Narapidana Lansia

0
104

Jakarta NAWACITA – Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) segera menerbitkan peraturan menteri (Permen) yang mengatur tentang perlakuan terhadap narapidana yang usianya lanjut atau lansia.

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly telah meneken Permenkumham tersebut.

“Saya baru saja menandatangani permen (peraturan menteri) yang berkaitan dengan usia lansia, prisoners dan kami buat dengan mengundang beberapa negara waktu lalu,” kata Yasonna di kantornya, Selasa (22/1).

Yasona menjelaskan, peraturan Menkumham ini antara lain mengatur tentang rencana penempatan narapidana lansia di lembaga pemasyarakatan (lapas) khusus. Lapas khusus lansia, menurut dia, saat ini baru ada satu yaitu berlokasi di Serang, Banten.

“Inginnya kami dibuat lapas khusus lansia,” ucap dia.

Dikaitkan dengan rencana pembebasan Abu Bakar Ba’asyir yang diusulkan karena pertimbangan usia, Yasonna tidak menjelaskan apakah penandatanganan peraturan ini berkaitan dengan rencana pembebasan narapidana kasus terorisme tersebut. Meskipun peraturan yang baru ditandatangani ini disampaikan Yasonna di sela-sela penjelasannya terkait rencana pembebasan Ba’asyir.

Tentang wacana pembebasan bersyarat Ba’asyir, Yasona menjelaskan, dilakukan setelah yang bersangkutan menjalani 2/3 masa tahanan dari vonis 15 tahun penjara pada 2011, selain berkelakuan baik. Aspek kemanusiaan juga menjadi pertimbangan pembebasan Ba’asyir yang kini berusia 81 tahun.

Yasonna mengatakan pembebasan bersyarat Ba’asyir bukan masalah yang mudah. Karena itu, kata dia, pemerintah belum memutuskan soal rencana tersebut. Pembebasan pemimpin Majelis Mujahidin Indonesia itu menyangkut prinsip yang sangat fundamental bagi bangsa Indonesia.

“Itu masalah fundamental. Kalau nanti misalnya kami beri kesempatan, itu masih ada berapa ratus teroris di dalam. Itu jadi kajian kami, tidak mudah ini barang,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan