Wiranto Ajak Habib Rizieq Shihab Agar Kembali ke Jalan yang Benar

0
641

Jakarta, NAWACITA – Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan HAM (Menko Polhukam) Wiranto memberikan penjelasan soal Ketua Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab yang dianggap menghasut masyarakat. Wiranto meminta agar sadar dan kembali ke jalan yang benar.

Hal ini disampaikan Wiranto saat menjadi narasumber di acara Aiman Kompas Tv, Senin (13/5/2019).

Mulanya, pembawa acara Aiman bertanya soal orang yang disinggungkan Wiranto saat melakukan konfrensi pers.

“Saya harus bacakan, takut salah dari sisi redaksinya, Bapak menyatakan bahwa dalam konferensi pers itu ada tokoh di luar negeri yang mengompori dan menghasut masyarakat, Bapak keberatan untuk menjelaskan?,” tanya Aiman.

“Enggak (keberatan), Habib Rizieq,” ujar Wiranto.

Wiranto lalu menjelaskan apa yang ia maksudkan dengan menghasut masyarakat.

“Videonya kalau punya HP, kemudian YouTube, ada juga lewat WA, semua tahu bahwa dia mengeluarkan maklumat,” tutur Wiranto.

“Kemudian membuat pernyataan yang katakanlah mengepung KPU lah, itu kan semuanya kan membuat suasana panas.”

Wiranto juga menyebutkan soal tudingan kecurangan yang dilontarkan Habib Rizieq.

“Di luar negeri enggak ikut pemilu, bisa katakan pemilu ini penuh kecurangan buktinya apa? Kan pemilu waktu itu baru selesai baru dihitung, toh baru ngumpulkan kalau ada kecurangan sudah ada wadahnya,” tambahnya.

Menurut Wiranto, jika ada kecurangan seharusnya ada pelaporan yang sudah ada wadah untuk melapor. Mulai dari kecurangan kecil dan kecurangan besar ke Bawaslu.

Sementara untuk perselisihan jumlah suara ada lembaga Mahkamah Konstitusi untuk melaporkan.

“Ya gak perlu kemudian menjustifikasi, dia lembaganya apa? Kok bicara seperti itu. Itu kan yang kemudian membuat masyarakat bingung, Habib Rizieq itu siapa? Kemudian bisa menuduh seperti itu seenaknya dan disiarkan secara luar ke publik,” jelasnya.

Aiman Witjaksono pun menegaskan jika ini baru pertama kalinya Wiranto menyebut nama Habib Rizieq Shihab sebagai penghasut, dan hubungannya dengan Ketua GPNF Ulama, Yusuf Martak.

Wiranto menceritakan, dirinya dulu pernah dekat dengan Habib Rizieq Shihab dan Yusuf Martak.

“Begini itu dua-dua (Habib Rizieq Shihab dan Yusuf Martak) itu kan pernah dekat dengan saya ya, FPI dulu tahun 1998 saya ikut membinanya, dalam arti ikut memberi kesempatan eksis karena waktu itu bersama-sama mengamankan negeri ini,” kenangnya.

Namun ia menganggap sekarang Habib Rizieq Shihab sudah berubah.

“Saya kenal Habib Rizieq, maka sekarang kalau berubah seperti ini, saya minta sadarlah, kembali ke jalan yang benar,” katanya.

Tinggalkan Balasan