Wapres JK Minta Pelaku Digital Aktif Pasarkan Produk UMKM

0
27

Jakarta, NAWACITA- Wakil Presiden M Jusuf Kalla meminta para pelaku pasar digital untuk memasarkan produk mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang berasal dari para pengusaha lokal supaya industri kreatif Tanah Air bisa meningkat.

“Jadi, upaya yang dibutuhkan oleh beberapa e-commerce, Tokopedia, Bukalapak, dan sebagainya itu, ialah harus bersama-sama membina usaha kecil. Seperti apa yang dilakukan Alibaba di Tiongkok juga seperti itu, bukan hanya menjadi marketplace, tapi juga harus ada (peran),” kata Wapres dalam acara Kadin Talk di Menara Kadin Indonesia Jakarta, Kamis (31//1).

Dalam potensi pengusaha lokal dan produk UMKM yang tengah dilakukan pemerintah maka dibutuhkan keterlibatan pelaku pasar digital.

Mengandeng para pelaku pasar digital sangat penting karena memahami kondisi riil perdangangan. Dengan begitu, pemerintah bisa mendapatkan gambaran nyata kondisi industri kecil dan menengah sebagai masukan bagi Kementerian di sektor perekonomian

“Yang tahu (kondisi) pasar kan para pengusaha ini, birokrat itu tahunya administrasi tapi tidak tahu marketing. Jadi di sini letaknya kolaborasi antara pengusaha besar dan pengusaha menengah, pengusaha kecil untuk memperbaiki kualitas itu,” katanya.

Wapres menceritakan pengalamannya waktu menjabat sebagai Menteri Perdagangan pada periode Oktober 1999 – Agustus 2000. Saat itu, sebagian besar PNS Kemendag hanya mengerti di tataran peraturan dan perundang-undangan, bukan kondisi nyata perdagangan di Tanah Air.

“Saya pernah (jadi) Mendag, bertanya kepada anak buah, ya yang keluar inpres nomor sekian, keppres nomor sekian, UU nomor sekian, tidak ada sesuatu yang riil yang harus kita buat,” ungkapnya.

Di tengah perkembangan industri global, yang ditandai dengan Revolusi Industri 4.0, UMKM dan industri kerajinan lokal menjadi sektor penting untuk ditingkatkan.

Di Indonesia khususnya, lanjut Wapres, industri kecil dan menengah akan tetap ada, meskipun banyak negara sudah memasuki era Revolusi Industri 4.0 yang lebih banyak melibatkan robot dan otomasi. “Memang sangat penting sekali UMKM ditingkatkan. Memang selalu ada dengan orang berbicara tentang Revolusi Industri 4.0, tapi kalau terlalu banyak otomasi atau robotik, lalu siapa pembelinya? Siapa konsumernya?” ujarnya.

 

 

(Red: Restu, sumber Ant)

Tinggalkan Balasan