Waduuh, Ada Gudang Narkoba di Sekolah Jakarta Barat

0
57

Jakarta NAWACITA – Masyarakat Jakarta dikejutkan dengan kabar ditemukannya gudang narkoba di sekolah di wilayah Jakarta Barat, Provinsi DKI.

Anggota Satuan Reserse Narkoba Polsek Kembangan Polres Metro Jakarta Barat mengungkap adanya gudang narkoba di sebuah sekolah di kawasan Kembangan, Jakarta Barat.

Kanit Reskrim Polsek Kembangan Iptu Dimitri Mahendra mengungkapkan, sekolah tersebut dijadikan gudang penyimpanan narkoba sejak enam bulan lalu. Ruangan yang dipakai adalah bekas laboratorium yang terbengkalai.

“Ada gedung bekas laboratorium, di dalam situ ada kamar tidak terpakai. Itu yang digunakan,” kata Dimitri, kemarin, Selasa (15/1).

Sebelumnya, kakak-adik DL dan CP serta temannya, AJ, menjadi pengedar dan menyimpan narkoba di lingkungan sekolah di Jakarta Barat. Mereka memilih sekolah sebagai ‘gudang’ karena dinilai lebih aman. Mereka mengaku, awalnya hanya menggunakan sekolah sebagai tempat konsumsi narkoba.

Kemudian, mereka mulai mengedarkan psikotropika dengan imbalan Rp 100-400 ribu jika barang yang mereka jual habis. Sementara itu, penjualan sabu baru pertama kali dilakukan. Namun mereka keburu tertangkap Tim Reskrim Polsek Kembangan.

“Kalau psikotropika sudah dilakukan sepuluh kali menerima barang. Sementara sabu baru pertama kali,” ucap Dimitri.

Polisi menyita barang bukti berupa 355,56 gram sabu dan 7.910 butir psikotropika golongan IV dari keduanya. Barang bukti tersebut didistribusikan oleh jaringan dari sebuah Lapas.

Dengan kejadian ini, Pemerintah Kota Jakarta Barat tak tinggal diam. Khususnya Dinas Pendidikan setempat, akan menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk melakukan tindakan pencegahan beredarnya narkoba di sekolah-sekolah.

Kepala Suku Dinas Pendidikan II Jakarta Barat Uripasih di Jakarta, Rabu, menyebut pihaknya sudah bersurat ke BNN untuk mengadakan kerja sama pemberantasan narkoba di sekolah. Menurut Uripasih, kejadian ini sangat mengganggu proses pendidikan murid dan kegiatan belajar mengajar.

“Saya sudah bicarakan tadi, (kami) bekerjasama dengan BNN. Saya akan bersurat ke BNN juga,” ujar Uripasih.

Uripasih mengaku kaget mendengar laporan pihak kepolisian tentang ditemukannya gudang narkoba di salah satu wilayah regulasinya, Kembangan, Jakarta Barat.
Ia mengatakan, pihaknya akan menggelar segera tes urine serta sosialisasi dan penyuluhan bahaya narkoba bagi murid maupun orang tua murid.

“Kita akan tes urine untuk semua murid dengan perencanaan yang jelas. Saya akan melihat di tata tertib berapa jumlah poin ketika anak tersebut menggunakan narkoba, ujar dia.

Sementara itu, terhadap murid yang diketahui menggunakan narkoba hingga mencapai poin tata tertib maksimal, Uripasih mengatakan akan mengembalikan anak tersebut ke orang tuanya.

Tinggalkan Balasan