Ustadz Kampanye Hitam Sebut Pemerintah Legalkan Perzinahan, Akui Perbuatannya

0
25

Banyuwangi NAWACITA – Pelaku kampanye hitam dilakukan oleh seorang ustadz akhirnya mengakui perbuatannya kepada polisi. Ustadz tersebut berkampanye dengan memberikan tausiyah kepada ibu-ibu di sebuah masjid, menyebut bahwa pemerintah sedang menggodok undang-undang tentang pelegalan perzinaan.

Ujaran ustaz itu terdokumentasi dalam rekaman video, dan dalam waktu singkat, video itu viral.

Viralnya video seorang ustaz yang melakukan kampanye hitam di Masjid Al Ihsan di Desa Kalibaru Kulon, Kecamatan Kalibaru Banyuwangi itu langsung disikapi Polres Banyuwangi Jawa Timur.

Sang ustaz yang diketahui bernama Supriyanto itupun akhirnya diklarifikasi.

Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik Herdiansah Zeinardi mengungkapkan, setelah melakukan klarifikasi dan pemeriksaan, Ustaz Supriyanto dan rekannya, Imam Suherlan, mengakui orang yang ada di dalam video adalah mereka.

“Mereka mengakui jika di dalam video tersebut adalah mereka. Pengakuan itu dari klarifikasi yang kita lakukan kemarin,” kata Taufik, dikutip dari detikcom, Selasa (12/3).

Awalnya, menurut Taufik, pihaknya mendapat informasi viralnya video yang diduga berisi kampanye hitam di wilayah Kalibaru pada Senin siang (11/3). Kemudian informasi itu dicek kebenarannya.

“Ternyata betul, terjadi di salah satu Masjid, Desa Kalibaru Kulon,” ungkapnya.

Menindaklanjuti hal itu, kemudian dilakukan kroscek terkait 2 orang yang berada dalam video tersebut. Hasilnya, diketahui kedua orang itu merupakan warga Kalibaru.

Sehingga sekitar pukul 16.00 WIB dilakukan klarifikasi kepada yang bersangkutan. Kedua orang ini juga sempat dimintai keterangan di Polsek Kalibaru sebelum akhirnya dibawa ke Polres Banyuwangi Selasa siang.

Untuk pengunggah video masih dimintai keterangan. Saat ini semua masih dalam status saksi. “Sudah ditangani Polres Banyuwangi, proses terus berjalan. Nanti kita sampaikan,” terangnya.

Mengenai emak-emak yang ada dalam video tersebut, lanjutnya, ada yang datang dari Banyuwangi kota dan ada juga yang dari Kalibaru saja. Mereka baru saja selesai melakukan sosialisasi tak jauh dari tempat itu. Kemudian mereka sholat Zuhur di masjid itu. Setelah sholat Zuhur itulah mereka mendapatkan tausyiah dari Ustaz Supriyanto.

“Lokasi sosialisasi tidak di Masjid. Tapi setelah salat Zuhur, itu video itu dibuat di halaman masjid,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan