Usir Pengungsi Banjir, Politisi Gerindra Maros Dicopot dari Wakil Ketua DPRD

0
326

Maros NAWACITA – Pengurus Partai Gerindra dibuat meradang dengan ulah kadernya. Kali ini tampaknya partai besutan Prabowo Subianto itu tak main-main sehingga mengambil tindakan tegas dan berujung pencopotan. Kader yang mendapat sanksi pencopotan dari jabatannya tak lain adalah Wakil Ketua DPRD Kabupaten Maros Sulawesi Selatan, Yusuf Damang.

Kesalahan Yusuf tak bisa ditolerir. Unsur pimpinan DPRD Maros ini mengusir korban banjir yang mengungsi di rumah dinas Ketua DPRD Maros, yang belum ditempati karena belum tuntas pembangunannya.

Pengusiran korban banjir di jalan Taufik, Kelurahan Alliritengae, Kecamatan Turikale oleh Yusuf Damang ini membuat pengurus inti partai Gerindra Maros geram.

Ketua Gerindra Maros, Muh Ilyas Cika pun mengatakan, Yusuf Damang resmi dilengserkan atau dicopot dari jabatannya dari DPRD Maros.

Yusuf Damang yang merupakan Wakil Ketua Gerindra Maros tersebut, dilengserkan dari jabatannya, berdasarkan kesepakatan pengurus inti yang berlangsung di sekretariat.

“Kami bersama ketua fraksi, dan petinggi Gerindra Maros, telah melakukan rapat terkait pengusiran pengungsi oleh Yusuf Damang. Hasilnya sudah ada, dia dicopot sebagai Wakil Ketua DPRD,” kata Ilyas Cika, Minggu (27/1).

Kader menyepakati, Ketua Fraksi Gerindra, Andi Makmur menggantikan posisi Yusuf Damang di DPRD Maros. Sementara, Yusuf Damang dijadikan sebagai anggota biasa.

Untuk diketahui, sebelumnya, sekitar 150 warga jalan Taufik, Kelurahan Alliritengae, Kecamatan Turikale, Maros, diusir saat mengungsi di rumah jabatan wakil Ketua DPRD, Yusuf Damang, Kamis (24/1/2019).

Warga tersebut merupakan korban bencana banjir yang melanda Maros. Warga pindah ke rujab, lantaran Masjid An Nur sudah penuh dijadikan pengungsian. Padahal, warga hanya mau menggunakan teras rujab yang masih kosong tersebut. Mereka juga tidak mau masuk, karena pintu masih terkunci.

Ketua RW 1 Alliritengae, Faizal mengaku kecewa dengan sikap Yusuf Damang, yang datang marah-marah dan menendang bahan makanan pengungsi.

Warga tidak memiliki pilihan lain, lantaran lantai satu dan dua masjid sudah penuh. Bahkan tidak ada juga dapur umum. Sejumlah rumah warga, masih terendam.

“Kan rujab ini belum difungsikan. Makaanya ada warga yang pindah. Kami juga buat dapur umum di teras rujab. Tapi Yusuf Damang datang mengusir kami,” kata Faizal.

Meski diusir, namun warga masih tetap bertahan di teras rujab. Mereka nekat, lantaran tidak ada tempat lain yang cocok dijadikan tempat pengungsian.

Menurut Faizal, Yusuf Damang mengusir warga dengan alasan ingin memindahkan keluarganya ke rujab. Padahal, warga juga sangat membutuhkan tempat pengngsian.

“Kami diusir, saat ibu-ibu sedang memasak makanan kemarin pagi (Rabu). Kami terpaksa berhenti memasak untuk mencari tempat lain, tapi tidak ada. Makanya kami lanjut memasak,” katanya.

Setelah diusir, namun warga belum pindah, keluarga Yusuf Damang datang ke rujab. Pihak keluarga juga mengusir warga. Namun warga memilih untuk tetap bertahan.

Warga sudah naik pitam dan ingin melakukan perlawanan. Beruntung, Faizal masih dapat melerai massa yang mulai mengamuk.

“Sudah mulai ribut. Hampir bentrok karena warga diperlakukan seperti sampah. Kenapa harus pakai kaki membersihkan lantai yang penuh makanan,” katanya.

Warga mengaku sangat kecewa dengan perlakuan Yusuf Damang yang telah mengusirnya. Seharusnya sebagai anggota dewan, Yusuf Damang membantu warga.

Setelah mengetahui aksi Yusuf Damang, Ketua DPD Gerindra Maros, Muh Ilyas Cika turun ke lokasi dan meminta maaf kepada warga.

Tinggalkan Balasan