TGB Ingatkan Khutbah Jum’at Bukan untuk Kepentingan Politik

0
47

Jakarta NAWACITA – Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB) mengingatkan semua pihak untuk mengisi khutbah sholat Jum’at dengan materi yang mencerahkan spiritual umat. Bukan dimanfaatkan untuk kepentingan politik, khususnya dimasa menjelang pemilihan presiden ini.

Mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) ini juga mengingatkan bahwa khotbah Jumat itu untuk wasiat takwa.

“Jadi bukan untuk kepentingan elektoral atau kemudian dibungkus untuk suatu kepentingan politik jangka pendek,” ujar TGB di Posko Cemara, Jakarta, Kamis (7/2).

Politisi Partai Golkar ini menegaskan, khotbah salat Jumat merupakan ruang untuk ber-Islam. Sehingga momentum itu harus dimanfaatkan untuk menghadirkan pesan-pesan kebaikan bagi semua umat.

“Jadi sudahi ekploitasi rumah ibadah, mimbar-mimbar khotbah, majelis-majelis taklim. Saatnya kita sekarang bersama-sama sebagai bagian dari bangsa yang besar mengembalikan semua medium itu menjadi tempat dakwah,” ujarnya.

TGB pun membandingkan pelaksanaan shalat Jum’at di Indonesia dengan negara-negara lain. Shalat Jumat di Indonesia, kata dia, sangat istimewa di bandingkan dengan negara lain.

“Di Indonesia setiap orang bisa mengisi khotbah Jumat hanya lewat persetujuan panitia atau takmir masjid. Sementara di Mesir misalnya, setiap orang yang akan mengisi khotbah salat Jumat harus memenuhi persyaratan dan memiliki kompetensi. Bahkan, untuk naik mimbar salat Jumat di Mesir juga harus mendapat izin tasri atau izin dari kementerian wakaf,” jelasnya.

“Kalau di Indonesia ini kita memiliki kemewahan ber-Islam yang harus kita jaga. Dalam arti jangan kemudian diisi dengan hal-hal yang justru merusak keberislaman kita,” imbuh TGB.

Dikatakannya, agar orang tidak ragu ke masjid, lantaran khawatir di masjid akan ada paparan yang tidak baik, TGB pun mengingatkan semua pihak untuk berhenti menyebar selebaran yang bersifat hoaks atau fitnah di masjid-masjid. Ia menilai hal itu akan membuat orang ragu ke masjid karena khawatir terpapar dengan hal yang tidak baik.

Masjid, kata dia, sebagaimana pertama kali dibangun oleh Rasulullah adalah untuk membangun pribadi yang beriman, bertakwa, dan kontributif.

“Itu hanya bisa terjadi kalau kita pastikan rumah ibadah kita itu benar-benar bisa terjaga diri hal-hal yang sifatnya hoaks apalagi fitnah,” ujar TGB.

Tinggalkan Balasan