Tetap Sebagai Panelis, KPK Tidak Akan Hadiri Debat Capres

0
32

Jakarta NAWACITA – Lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memutuskan tidak akan hadir pada debat Calon Presiden mendatang. Ketua KPK Agus Rahardjo menyatakan, meskipun lembaganya tetap terlibat sebagai panelis, namun ia tetap enggan untuk hadir pada debat yang akan digelar pada 17 Januari 2019 nanti.

Agus mengaku tetap terlibat sebagai panelis, tapi hanya sebatas dalam penyusunan pertanyaan atau materi. Agus juga mengikuti rapat perdana dengan seluruh panelis pada Sabtu (5/1) untuk membahas materi debat tapi belum membuat pertanyaan.
Namun Agus dengan tegas menolak untuk hadir pada acara debat. Menurut dia, ini menjadi keputusan akhir KPK soal debat capres. Ia juga mengatakan, panelis tidak diwajibkan menghadiri debat.

“Kami sudah berdiskusi di KPK, kalau buat soal kita mau bantu akan berkontribusi. Tapi terkait tanggal 17 Januari waktu debat kami tidak akan datang, supaya tidak ada kesan kami ditarik ke politik,” ujar Agus dikutip dari detk.com

Dengan demikian, maka jumlah panelis untuk agenda debat calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) dalam Pemilu 2019 dipastikan menyusut.
Sebelum Agus, Sabtu (5/1, Komisi Pemilihan Umum (KPU) mencoret mantan Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto, dan Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW), Adnan Topan Husodo, dari daftar panelis.

Pencoretan merupakan usulan kubu pasangan calon (paslon) nomor urut 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amin, dan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Dengan begitu, jumlah panelis kini menjadi lima orang.

Mereka adalah pakar hukum internasional Hikmahanto Juwana, mantan Ketua Mahkamah Agung Bagir Manan, Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik, pengajar hukum tata negara dan hukum administrasi negara Bivitri Susanti, serta ahli hukum tata negara Margarito Kamis.

Sebelumnya, Jumat (4/1), juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, lembaganya akan proaktif dalam penyusunan materi debat. Namun untuk mengirim perwakilan sebagai panelis, Febri menyatakan KPK masih pikir-pikir.

“KPK memutuskan akan terlibat secara substansi dalam rapat-rapat dan pembahasan materi debat yang akan dihadiri oleh para panelis, pakar, atau ahli yang diundang oleh KPU,” ujar Febri.

Febri menjelaskan, KPK bakal aktif menyusun materi debat demi pencegahan tindak pidana korupsisecara maksimal. Kata Febri, KPK berharap komitmen pemberantasan korupsi menjadi perhatian semua pihak, terutama para calon pemimpin Indonesia ke depan.

Tinggalkan Balasan