Tersangka Korupsi Izin Pertambangan, Bupati Kotim Diminta Mundur

0
23

Jakarta NAWACITA – Bupati Kotawaringin Timur, Supian Hadi yang sudah ditetapkan tersangka oleh KPK diminta untuk segera mengundurkan diri sebagai kader PDI Perjuangan. Permintaan itu dilontarkan anggota DPR RI Komisi VII Erwin Muslimin Singajuru.

Erwin mengatakan, pengunduran diri lantaran terjerat korupsi, sesuai dengan sikap tegas Ketua Umum Megawati Soekarno Puteri yang selalu menyampaikan dalam pidatonya, bahwa bila kadernya terlibat korupsi, maka sesuai ketetapan hukum, harus diproses.

“Semua yang Ibu Ketua Umum itu sudah jelas, tegas dalam setiap kesempatan maupun pidato politiknya, ada kader yang melakukan itu (terlibat korupsi) harus dihukum sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku dan sah,” ucap Erwin di Jakarta, Sabtu (2/2).

Sejauh ini, lanjut politisi PDIP ini, dirinya belum mengetahui terkait status Supian Hadi saat ini, apakah sudah dilakukan pemecatan oleh partai atau tidak.

Mekanisme PDI Perjuangan dalam pemecatan kader yang terlibat korupsi, Erwin menjelaskan, yakni apabila sudah berkekuatan hukum tetap.

“Pasti nanti alasannya kalau nggak mundur karena belum ingkrah baru tersangka, atau ditangkap OTT bisa dibuktikan di pengadilan, tunggu proses pengadilan, kan kayak gitu, semuanya jadi saya cuma melihat fakta itu saja,” imbuh Erwin.

Terkait kasua yang menjerat Supian Hadi, diketahui Bupati Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah ini diduga kerugian negara yang dilakukan Supian tersebut dalam memuluskan Izin Usaha Pertambangan (IUP) terhadap tiga perusahaan swasta mencapai Rp 5.8 triliun dan 711 ribu dollar AS yang berdampak pada kerusakan lingkungan dan hutan.

Sebelumnya Wakil Ketua KPK Laode M Syarief mengungkapkan, Supian mendapatkan hadiah dari tiga perusahaan yakni PT. Fajar Mentaya Abadi (PT. FMA), PT. Billy Indonesia (PT. BI) dan PT. Aries Iron Maining (PT. AIM) pada periode 2010-2015, Supian juga menerima barang mewah diantaranya, mobil Toyota Land Cruiser senilai Rp 710 juta dan mobil Hummer H3 senilai Rp 1.35 miliar.

“Selain Itu juga ada uang sebesar Rp 500 juta yang diduga diterima melalui pihak lain,” kata Laode, Jumat (1/2) kemarin.

Tinggalkan Balasan