Temuan Surat Suara Tercoblos di Selangor, KPU Anggap sebagai Sampah

0
35

Jakarta NAWACITA – Surat suara diduga tercoblos yang ditemukan di Selangor, Malaysia, dianggap Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai sampah.

KPU meyakini, kondisi itu tidak mempengaruhi proses pemungutan suara khususnya di Kuala Lumpur, Malaysia. Pasalnya, proses demokrasi tetap berjalan. Proses pemungutan suara di Malaysia berlangsung sesuai jadwal yakni Minggu (14/4).

Komisioner KPU RI Ilham Saputra menyatakan surat suara yang diduga tercoblos di Selangor, Malaysia tersebut belum bisa dipastikan keasliannya, mengingat KPU tidak diberikan akses oleh polisi setempat untuk memeriksa temuan surat suara itu.

Oleh karena itu, KPU menyatakan, surat suara tersebut sudah dianggap sebagai sampah.

“Kami tidak menghitung yang (surat suara) ditemukan itu, dianggap sampah saja,” kata Ilham Saputra di kantor KPU RI Jakarta, Minggu (14/4).

Tidak dihitungnya surat suara yang diduga tercoblos itu, lanjut dia, tidak akan mempengaruhi ketersediaan surat suara khususnya untuk metode pemungutan lewat pos.

“Jadi jangan digeneralisasi terjadi di Malaysia, ini hanya terjadi di Kuala Lumpur, itu harus dipahami. Jadi yang pos sudah ada,” katanya.

Diketahui, sebelumnya, menyikapi temuan surat suara tercoblos yang ditemukan di Selangor itu, KPU mengutus dua komisionernya yakni Ilham Saputra dan Hasyim Asy’ari untuk melakukan klarifikasi kepada PPLN setempat dan menyelidiki keaslian surat suara diduga tercoblos itu.

Sayangnya, kedua komisioner itu tidak diberikan akses oleh kepolisian setempat. KPU pun memaklumi hal tersebut karena merupakan wilayah yuridiksi Malaysia.

“Kami tidak dapat akses, sampai sekarang juga tidak dapat akses surat suara itu oleh polisi Diraja Malaysia. Kami anggap (surat suara) itu tidak dihitung,” ucapnya.

KPU, kata dia, juga sedang mengupayakan kepada Kementerian Luar Negeri RI agar mendapatkan akses memeriksa surat suara diduga tercoblos itu, karena proses tersebut berada pada level antarpemerintah. Kelompok Kerja PPLN menyebutkan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) di Malaysia cukup banyak yakni mencapai sekitar 550 ribu pemilih.

Komisioner KPU Hasyim Asy’ari terbang ke Kuala Lumpur, Malaysia, untuk memantau pelaksanaan pemungutan suara. Sebelumnya,

Sekedar diketahui, pemungutan suara di Malaysia dilaksanakan pada Ahad (14/4). TPS tersebar yang tersebar di lima titik PPLN yakni Johor Baru, Kuala Lumpur, Kota Kinabalu, Kuching dan Penang.

 

Tinggalkan Balasan