Tak Terima Capresnya Kalah di Quick Count, Pendukung Prabowo-Sandi Serukan Matikan TV

0
886

Jakarta NAWACITA – Hasil penghitungan suara Pilpres 2019, Rabu (17/4) sementara versi quick count yang memenangkan pasangan capres nomor urut 01, Jokowi -Ma’ruf Amin tampaknya belum dapat diterima oleh kubu capres Prabowo – Sandiaga Uno.

Hal itu terlihat dari respons massa pendukung capres nomor urut 02 tersebut setalah melihat hasil quick count Pilpres 2019. Mereka mendadak riuh usai mengetahui hasil quick count yang ditayangkan di beberapa stasiun televisi (TV).

Mereka mendesak untuk matikan siaran televisi karena diklaim banyak bohongnya.

“Ayoo matikan tv, matikan tv, matikan tv,” kata para pendukung yang riuh dalam kerumunan massa di Rumah Pemenangan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (17/4).

“Prabowo presiden Prabowo presiden!!!! takbir,” sambung mereka.

Sementara itu, Ketua Sekretariat Nasional (Seknas) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Muhammad Taufik mengatakan, seluruh pemilik TV nasional mendukung pasangan 01 Jokowi-Ma’ruf. Oleh karena itu, tim Prabowo-Sandiaga membuat survei internal.

“Ya itu kan kita ada internal bikin quick count, sehingga buat imbangan karena kita terus terang TV kita nggak punya, TV kan diborong semua, karena itu untuk mengimbangi itu kita buat sendiri juga, dan kita jago buat seperti itu. Persoalan orientasinya mau ke mana itu saja. Kita relatif,” kata dia kepada wartawan di Sekretariat Nasional (Seknas) Prabowo-Sandi di Jalan HOS Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (17/4).

Ketua DPD DKI Jakarta Partai Gerindra ini mengatakan, hasil quick count yang saat ini sangatlah berbeda dengan perhitungan internalnya.

“Saya kira bahwa dari perhitungan kita di DKI maupun secara nasional kita menang. (Hasilnya) Sekitar 54 (persen),” tegasnya.

Taufik juga mengatakan, kalau perhitungan itu tak menjadi acuan. Sebab, perhitungan akhirnya akan dilakukan di KPU pusat.

“Kita punya quick count juga, yang paling penting adalah kita jaga ikuti perhitungan manual yang sah secara berjenjang. Ini yang kita jaga sampai ke tingkat KPU nasional,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan