Sungai Bengawan Meluap, Banjir Rendam Jalan Tol Madiun

0
14

Surabaya NAWACITA – Banjir di wilayah Jawa Timur akibat meluapnya sungai terpanjang di pulau Jawa, Bengawan Solo, turut merendam ruas jalan Tol Madiun Jawa Timur, sehingga jalan tampak seperti kolam.

Selain meluap ke Jalan Raya Caruban-Madiun, banjir juga meluap hingga ke ruas Tol Madiun sepanjang 400 meter, tepatnya di KM 603+600 hingga KM 604+000 ruas jalur B (arah ke barat).

Direktur Utama PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK), Iwan Moedyarno, mengungkapkan, banjir di wilayah Madiun, meluap hingga masuk ke jalan tol sepanjang kurang lebih 400 meter dengan ketinggian sekitar 40 hingga 50 sentimeter, pada Rabu (6/3/2019) sejak sekitar pukul 21.30 WIB.

Akibat genangan aiar cukup tinggi tersebut, menurut Iwan, jalur tol masih dapat dilewati kendaraan besar, namun tidak bagi kendaraan kecil. Iwan mengimbau, bagi pengendara mobil kecil, dari arah Nganjuk ke barat, sebaiknya keluar gerbang Tol Caruban, menggunakan jalan arteri, kemudian masuk kembali melalui gerbang Tol Ngawi.

“Kalau kendaraan besar okelah, tapi kalau kendaraan kecil takutnya mogok, makanya diarahkan keluar di exit tol Caruban,” kata Iwan.

Sementara itu, jalur yang dari arah Ngawi atau Dumpil ke arah Timur aman, karena jalan yang tergenang di sisi Selatan.

“Kendaraan dari arah Ngawi atau Dumpil ke Timur aman,” katanya.
Iwan menambahkan, luapan air tersebut berasal dari luapan Sungai Bengawan Madiun.
“Itu di situ kan ada anak sungai Bengawan Madiun, itu meluap,” imbuhnya.

Sementara mengatasi lalu lintas jalan tol tersebut, anggota Satuan Patroli Jalan Raya (PJR) Kepolisian Daerah Jawa Timur masih memberlakukan rekayasa lalu lintas di ruas jalan tol Madiun yang terdampak banjir.

Dengan rekayasa itu, jalan yang semula hanya dipakai untuk satu lajur, kini dipakai untuk 2 lajur.
Sampai saat ini, Kamis (27/3/2019) sore air banjir masih menggenangi jalan tol di ruas jalur B Surabaya-Solo.

Kasat PJR Polda Jatim, AKBP Bambang Sukmo Wibowo mengatakan, sejak pagi berada di lokasi bersama anggotanya standby untuk mengatur lalu lintas di jalur tol tersebut.

“Rekayasa lalu lintas Contra Flow tetap kami berlakukan hingga air banjir yang menggenangi jalan tol Madiun surut,” kata Bambang, Kamis (7/3).

Tinggalkan Balasan