“Startup” Asal Bandung Kembangkan “Software” Belanja UKM

0
19

Startup CyberLabs asal Bandung tengah mengembangkan sotfware untuk pelaku usaha kecil menengah (UKM) yang bernama Atom.

Software tersebut memudahkan para pemilik bisnis untuk membuat aplikasi mobile. Dengan Atom, pebisnis bisa membuat aplikasi Android, iOS, atau Windows Phone, walau tidak menguasai bahasa pemrograman sekalipun.

Firlia Nastiti, Chief Marketing Officer (CMO) CyberLabs menjelaskan, ide pembuatan software tersebut muncul sejak di bangku kuliah saat menjalankan bisnis online shop.

“Dulu bisnis online shop, dan susun skripsi dengan kesimpulan UKM di Indonesia itu butuh layanan digital. Mereka sangat perlu aplikasi mobile untuk memajukan bisnisnya namun terkendala akses dan biaya,” ujar Frilia dalam keterangan resmi kepada Kompas.com, Sabtu (29/10/2016).

Menurut Firlia, layanan pembuatan aplikasi mobile tersebut dinilainya paling sejalan dengan visi dan sejumlah program dari kementerian khususnya dan pemerintahan Joko Widodo umumnya.

Menurut dia, hal itu terjadi setelah mengikuti Indigo Creative Nation pada tahun lalu. Setelah terseleksi, dirinya ikut pelbagai mentoring di Bandung Digital Valley (BDV) maupun Jakarta Digital Valley.

“Hingga akhirnya kami diinjeksi modal Rp 120 juta dan kemungkinan akan ditambah lagi. Tapi paling penting dari itu adalah terbukanya jaringan,” ujar dia.

Munculnya aplikasi Atom tersebut mengantarkan Firlia Nastiti untuk mendapat kesempatan mempresentasikan aplikasi Atom di hadapan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M. Soemarno dalam acara ulang tahun Kementerian BUMNdi Labuan Bajo, NTT .

“Senang sekali diberi kesempatan ini,” kata wanita lulusan dari jurusan Manajemen Bisnis Teknologi Informasi, Fakultas Ekonomi Bisnis, Telkom University.

Dia menjelaskan, CyberLabs merupakan startup yang sudah ada sejak tahun 2014 dan saat ini Atom terpilih sebagai startup yang masuk face “Business Model Validation”.

Atom diharuskan untuk bisa meningkatkan jumlah traction (permintaan customer) hingga akhirnya masuk ke dalam fase “Market Validation”.

Tinggalkan Balasan