Sri Mulyani Ingatkan Pejabat Kemenkeu, Tahun Politik 2019 Bekerja dengan Hati

0
49

Jakarta NAWACITA – Menteri Keuangan RI Sri Mulyani mengingatkan kepada pegawainya agar ditahun politik 2019 ini bekerja ekstra hati-hati. Khususnya kepada pejaat eselon I dan II, diminta untuk bekerja menggunakan hati.

Pesan tersebut disampaikan Sri Mulyani dalam sambutannya pada acara Executive Gathering Kemenkeu Tahun 2019, di Aula Mezzanine Gedung Djuanda I Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin (21/1).

“Saya berharap acara internal dari oleh dan untuk kita, dapat memperkaya perspektif dan cara bersikap dalam menjalankan tugas yang sangat penting yaitu menjaga keuangan negara dalam menjaga janji republik,” kata Sri Mulyani.

Di acara gathering mengangkat tema ‘Menjaga Janji Republik’ tersebut, Sri Mulyani mengingatkan kepada eselon I dan II Kemenkeu, untuk bekerja dengan hati dalam menjalankan tugas dalam rangka memenuhi Janji Republik dan juga bekerja dengan semangat karena akan menentukan hasil.

Bekerja dengan hati, pikiran, dan sikap yang penuh, menurut Menkeu, akan memberikan hasil yang berbeda dengan yang bekerja karena sekadar bekerja.

“Yang duduk di sini adalah Eselon 2 yang merupakan ranking top. Eselon 1 dan 2 yang membedakan adalah garis tangan. Tidak mungkin semua menjadi eselon 1 meskipun secara kemampuan sama. Keputusan Anda mempengaruhi Indonesia. Saya ingin semua pejabat di Kemenkeu, Anda bekerja dengan pikiran, hati, dan passion anda karena dapat menentukan hasil yang baik,” ujarnya.

Menkeu menginginkan agar para peserta Executive Gathering selalu belajar agar mendapat perspektif dan dapat mengkombinasikan dengan pengalaman kerja yang telah dimiliki. Tantangan menjaga keuangan negara, pengeluaran dan belanja serta aset semakin tidak mudah.

“Pejabat Kemenkeu harus mampu menjalankan tugas dan menjadi role model masing-masing unit. Masing-masing Eselon 2 Kemenkeu bisa memimpin divisi hingga 1000 orang. Setiap jiwa ini memiliki pengaruh lebih dari 1000 orang. Apalagi Eselon 1. Mereka pengaruhnya terhadap puluhan ribu. Yang Anda pikirkan dan yang Anda rasakan memengaruhi Indonesia,” jelas Menkeu.

Mantan Diektur Pelaksana Bank Dunia (Word Bank) ini menjelaskan, Fungsi sebagai Bendahara Umum Negara tidak ada artinya tanpa kepercayaan dan kredibilitas. Menkeu ingin jajaran Kemenkeu memperbaiki komitmen dan tata kelola serta kinerja.

Tinggalkan Balasan