Sidang Kasus Suap Proyek Meikarta, Sekda Jabar Disebut Minta 1 Miliar

0
36

Bandung NAWACITA – Tersangka Kasus dugaan suap proyek pembangunan Meikarta Kabupaten Bekasi Kabid Tata Ruang Dinas PUPR Neneng Rahmi,menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Bandung, Senin (21/1). Neneng Rahmi diperiksa sebagai saksi untuk terdakwa Fitradjadja Purnama, Taryudi dan Henry Jasmen.

Dalam sidang tersebut, Neneng Rahmi membawa-bawa nama Sekda Provinsi Jawa Barat, Iwa Karniwa. Neneng Rahmi menyebutkan, Sekda Iwa meminta uang Rp 1 miliar terkait pengurusan Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Pemkab Bekasi.

Uang Rp 1 miliar itu, menurut Neneng Rahmi, dilatarbelakangi oleh mandeknya pengurusan RDTR‎ Pemkab Bekasi.

Ia menjelaskan, RDTR tersebut mengubah kawasan industri menjadi perumahan. Kemudian, Bupati Neneng Hasanah memintanya untuk mengurus ke Pemprov Jabar.

“Pak Hendry Lincoln (Sekdisparbud Pora) sampaikan ke saya bahwa soal RDTR jalan di tempat. Pak Hendry sampaikan ke saya ada link di provinsi, yakni Pak Sekda Iwa Karniwa via Pak Sulaeman anggota DPRD Kabupaten Bekasi dan anggota DPRD Jabar,” ujar Neneng di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Bandung, Senin (21/1/2019).

Pembicaraan soal RDTR itu, lanjut dia, kemudian ditindaklanjuti dengan pertemuan di rest area yang diakui Neneng lupa dimana rest area tersebut. Pada pertemuan itu, dibahas soal mempercepat proses RDTR Pemkab Bekasi.

“Yang hadir ada Pak Hendry Lincoln, Pak Sulaeman dan Pak Sekda Provinsi Jabar. Saya tidak terlibat langsung, namun Pak Hendry bilang Sekda Provinsi Jabar dalam rangka pencalonan gubernur, meminta untuk proses RDTR ini Rp 1 miliar. Pak Hendry bilang uang Rp 1 M untuk Pak Sekda minta ke Meikarta aja,” ujar Neneng.

Namun, uang Rp 1 M untuk Iwa itu, diakui Neneng menggunakan uang yang ia pegang pemberian dari Meikarta senilai Rp 1,4 miliar.

Pemberian uang Rp 1 miliar itu dilakukan pada akhir 2017.

“Rp 1 miliar nya diserahkan ke DPRD kabupaten, sisa Rp 400 juta. Kemudian Rp 500 juta saya mintakan ke Meikarta jadi total Rp 900 juta. Teknis pemberiannya dua kali, via Pak Hendry dan Pak Sulaeman‎. Pak Hendry bilang jangan dipenuhi semua jadi Rp 1 M karena nanti pihak pemprov ngegampangi,” beber Neneng Rahmi.

Diketahui, Sekda Jabar Iwa Karniwa memang sempat ingin mengikuti pencalonan Gubernur Jabar pada 2018 meski pada akhirnya tidak jadi.

Tinggalkan Balasan