Sidang Kasus Suap Meikarta Ungkap James Ryadi Bertemu Bupati Neneng

1
22

Bandung NAWACITA – Jaksa KPK mengungkap adanya pertemuan antara pentolan Grup Lippo James Ryadi dengan Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hasanah Yasin terkait pembahasan proyek pembangunan Mekarta di Cikarang.

Hal tersebut terungkap pada sidang lanjutan kasus suap Meikarta dengan terdakwa Billy Sindoro digelar di Pengadilan Tripikor Bandung, Senin (11/2).

Dalam sidang kali ini menghadirkan saksi dari Kadiv Land Acquisition and permit PT Lippo Cikarang Edi Dwi Soesianto dan Ahmad Bahrul Ulum yang berprofesi seorang supir.

Edi Dwi Soesianto (Edisus) memberikan keterangan bahwa James Riady ikut menghadiri pertemuan dengan Neneng Hasanah Yasin untuk membahas proyek Meikarta.

Kesaksian Edisus berbanding terbalik pada persidangan sebelumnya menghadirkan James Riady. Saat itu James mengaku jika pertemuan dengan mantan Bupati Neneng hanya menjenguk Neneng Hasanah Yasin yang baru saja melahirkan.

Terungkap bahwa pertemuan dengan Neneng Hasanah Yasin itu jelas ada.

Sementara disela persidangan itu juga sempat diputar sebuah rekaman percakapan telepon yang membuktikan bahwa adanya pertemuan antara petinggi Lippo dengan Neneg Hasanah Yasin terkait Proyek Meikarta.

Rekaman pembicaraan itu disebut sebagai Edisus dengan Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Bartholomeus Toto. Dalam percakapan tersebut, Toto menyampaikan kepada Edy bahwa James Riady dan Billy Sindoro ingin menemui Bupati.

“Jadi mau ketemu, Pak james bagus kan? Mau ketemu jadi bagus supaya urusan kita beres. Ya kalau besok bisanya sore, kalau enggak berkenan ya Senin?” suara Toto kepada Edisus dalam rekaman yang diperdengarkan jaksa di persidangan.

Jaksa KPK pun mencecar Edisus terkait dengan percakapan di rekaman tersebut. Jaksa menanyakan terkait konteks pembicaraan antara Edisus dengan Toto. Edisus menjawab bahwa saat itu, Toto mengabarkan bahwa James dan Billy ingin bertemu Bupati Neneng Hasanah untuk membereskan urusan.

Setelah percakapan tersebut, James dan Billy akhirnya bertemu dengan Neneng Hasanah di rumah di dinas bupati pada awal Januari 2018.

“Itu sudah direncanakan Toto menghubungi Edisus, Edisus menghubungi Topik, Topik menghubungi Marpuah, Marpuah menghubungi ajudan dan ajudan menghubungi Neneng Hasanah Yasin,” ujar Yadyn, Jaksa KPK.

Keterangan Edisus disanggah Billy Sindoro yang menyatakan dia tidak ikut dalam pertemuan itu.

“Mungkin Edisus pernah melihat saya di IKG, tapi bukan membahas pertemuan melainkan emang saya suka nongkrong di tempat itu. Itu kebetulan saja mungkin,” bela Billy Sindoro.

Soal keberadaan Billy, Jaksa KPK Yadyn di persidangan itu juga menunjukkan whasapp yang disitu ada James Riady, Billy Sindoro dan Toto.

1 KOMENTAR

  1. Biasa saja klu cuman ketemu, dan memang harus ketemu bupati, gubernur, menteri dan persiden sekalipun. Jk penghusaha dan bupat/ gub tdk ketemu bagai mana mau bangun wilayahnya? Mungkin jaksanya dan penyidiknya kebiasaan lobi-lobi kali, jadi terinspirasi dgn pertemuan James Riady dan Neneng?

Tinggalkan Balasan