Serangan Udara Rusia di Suriah Tewaskan 10 Warga Sipil Tak Bersalah

0
7

Kafranbel, Nawacita – Sebuah serangan udara dilancarkan oleh sekutu rezim Suriah, Rusia ke wilayah di provinsi Idlib, yang diyakini sebagai benteng kelompok militan di barat laut.

Namun serangan yang dilancarkan pada Senin (20/5/2019), beberapa jam setelah Moskwa mengumumkan gencatan senjata itu justru menewaskan sejumlah warga sipil.

Militer Rusia mengatakan serangan udara yang dilancarkan ke kota Kafranbel datang setelah Moskwa menyebut wilayah sasaran sebagai tempat peluncuran roket utama yang menyasar pangkalan udara Hmeimim, beberapa waktu lalu.

Bekas afiliasi Al-Qaeda di Suriah, yakni Hayat Tahrir al-Sham (HTS), diketahui telah mengendalikan sebagian besar provinsi Idlib, serta sebagian provinsi Aleppo, Hama, dan Latakia yang berdekatan.

Kubu ekstremis seharusnya dilindungi dari serangan pemerintah melalui kesepakatan zona penyangga yang ditandatangani pada September lalu, tetapi serangan pasukan rezim dan pemboman oleh sekutunya, Rusia telah meningkat di sana sejak akhir April.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan, serangan udara Rusia pada Senin malam telah menewaskan lima anak, empat wanita, dan seorang pria di Kafranbel.

“Serangan menghantam dekat sebuah rumah sakit di kota itu, membuatnya tidak berfungsi,” kata monitor yang berbasis di Inggris itu dikutip AFP.

Koresponden AFP menyaksikan setidaknya lima rumah di pinggiran kota telah hancur atau rusak pascaserangan.

Organisasi Save the Children mengatakan, sebanyak 38 anak telah tewas dalam penembakan di Suriah barat laut sejak 1 April, termasuk sembilan anak yang tertembak di sekolah, tujuh di pasar, dan satu di rumah sakit.

“Sekolah, rumah sakit, dan infrastruktur sipil penting lainnya seharusnya dilindungi dari serangan,” kata direktur badan amal Suriah, Sonia Khush.

“Anak-anak sangat rentan terhadap dampak senjata peledak. Pihak-pihak yang bertikai harus melakukan upaya khusus untuk melindungi mereka,” tambahnya.

Serangan udara Rusia itu terjadi setelah Moskwa mengatakan, pasukan bersenjata Suriah secara sepihak menghentikan tembakan di zona deeskalasi Idlib mulai 18 Mei, tetapi tembakan para loyalis masih berlanjut.

Rusia dan sekutu pemberontak Turki menandatangani kesepakatan zona penyangga untuk melindungi wilayah Idlib pada September, tetapi tembakan rezim meningkat di sana sejak HTS mengambil kendali pada Januari.

Perang Suriah telah menewaskan lebih dari 370.000 orang dan menggusur jutaan orang di wilayah Suriah dan luar negeri sejak Maret 2011 dengan tindakan keras terhadap protes anti-pemerintah.

Tinggalkan Balasan