Sehari, Ganjil Genap Ruas Toll Bekasi-Jakarta Menuai Polemik

0
34
Keterangan: Sejumlah Petugas Dishub dan Polisi Berjaga Depan Pintu Toll Bekasi Barat

 

Bekasi, NAWACITA- Kebijakan pemberlakuan Ganjil Genap di ruas toll Toll Cikampek Jakarta mulai dari pintu toll Bekasi membuat banyak pengendara harus memuter balik untuk mengganti kendaraan pribadi ke tranportasi umum.

Satu hari pemberlakuan ganjil genap ini mulai disoroti oleh masyarakat yang setiap hari ke Jakarta. Pemberlakuan ganjil genap sesuai dengan Permen No PM 18 Tahun 2018 yang dikeluarkan oleh Kementrian Perhubungan.

Bersamaan dengan peraturan ganjil genap, Kemenhub juga menerapkan Lajur Khusus Angkutan Umum (bus), bus harus melintas di jalur paling kiri jalan tol dari Gerbang Tol Bekasi Timur hingga Jakarta dengan ketentuan hari dan waktu yang sama.

Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Inspektur Jenderal Royke Lumowa mengatakan aturan itu diberlakukan lantaran padatnya tol. “Kepadatan tol sudah di titik jenuh,” kata Royke di Bekasi, Senin (12/3).

Menurut Royke, ruas tol Cikampek antara Bekasi hingga Jakarta sangat mempengaruhi lalu lintas di ibu kota negara. “Ruas ini merupakan napas atau jantung tol Jakarta,” ujarnya.

Kemacetan di ruas Bekasi-Jakarta bisa menimbulkan kemacetan serupa di ruas tol lainnya seperti Cikunir, Jagorawi, dalam kota, hingga tol lingkar luar.

Oleh karena itu, mulai 12 Maret 2018 pemerintah memberlakukan sistem ganjil genap di tiga pintu tol Bekasi yang menuju Jakarta, yaitu Bekasi Barat 1, Bekasi Barat 2 dan Bekasi Timur. Aturan itu berlaku setiap hari kerja pukul 06.00 sampai 09.00 WIB.

Selain melarang mobil pribadi berpelat nomor tak sesuai tanggal ganjil atau genap, otoritas lalu lintas juga melarang truk angkutan barang golongan 3 ke atas. “Itu berarti truk tronton tidak boleh,” ujar Royke.

 

 

(Red: Ask, sumber istimewa)

Tinggalkan Balasan