SBY Pilih Diam Tanggapi Pernyataan Agum Gumelar

0
43

Disebut Tidak Punya Prinsip karena Dukung Prabowo

Jakarta NAWACITA – Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menanggapi pernyataan Agum Dumelar yang beberapa waktu lalu membeberkan soal pemecatan Prabowo Subianto dari jabatan Danjen Kopassus.

Nama Presiden RI ke-6 ini disebut-sebut oleh Agum Gumelar turut meneken surat pemberhentian terhadap Prabowo Subianto pasca terjadinya peristiwa di tahun 1998 lalu. Agum pun menyebut SBY tidak memiliki pendirian.

Menanggapi pernyataan Agum tersebut, SBY mengaku sebenarnya bisa melawan pernyataan itu. Namun SBY memilih tidak melakukannya, lantaran ia berpikir hal tersebut tidak bijaksana.

“Teman-teman, tentu saja saya sangat bisa menjawab dan melawan ‘pembunuhan karakter’ dari Pak Agum Gumelar terhadap saya tersebut. Tetapi tidak perlu saya lakukan, karena saya pikir tidak tepat dan tidak bijaksana. Saya malu kalau harus bertengkar di depan publik,” kata SBY, Jumat (15/3).

Di tengah situasi politik yang semakin panas, menurut SBY, diperlukan sikap yang menyejukkan. SBY khawatir dengan situasi Tanah Air jika pimpinan atau elite politik tidak pandai mengelola.

“Apalagi saat ini situasi sosial dan politik makin panas. Bagai jerami kering di tengah musim kemarau yang ekstrim dan panjang. Yang diperlukan bukanlah api, tetapi sesuatu yang meneduhkan dan menyejukkan,” ujar SBY.

“Apalagi polarisasi dalam kontestasi pilpres kali ini boleh dikatakan lebih keras dan ekstrem, ditambah jarak yang makin menganga antar-identitas dan kelompok politik. Terus terang saya khawatir jika terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan di negeri ini, kalau kita semua, utamanya para pemimpin dan elite tidak pandai dan tidak arif dalam mengelolanya,” imbuhnya.

SBY meyakini apa yang disampaikan Agum belum tentu atas sepengetahuan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ia menyebut, antara dirinya dan Jokowi saling menghormati.

“Saya juga meyakini, bahwa meskipun sebagai anggota Wantimpres mungkin Pak Agum Gumelar sangat dekat dengan Pak Jokowi, salah satu capres kita, belum tentu kata-kata Pak Agum itu sepengetahuan atau apalagi atas permintaan Pak Jokowi. Sebab, di antara kami, Pak Jokowi dan saya, berada dalam sikap dan posisi untuk saling menghormati. Secara sosial dan politik, sikap kami ini tentunya baik agar situasi nasional tetap teduh. Secara moral pun memang harus demikian,” papar SBY.

Sebelumnya, dalam video pernyataannya yang beredar luas, Wantimpres Agum Gumelar tak hanya menyindir Prabowo, tapi juga SBY, yang mendukung capres 02 itu. Agum, dalam video itu, menyindir SBY yang dulunya merupakan anggota Dewan Kehormatan Perwira (DKP) dan meneken surat pemberhentian terhadap Prabowo. Agum dan SBY sama-sama merupakan anggota DKP.

“Walaupun sekarang ini saya jadi heran, ini yang nanda tangan rekomendasi kok malah mendukung, ah itu. Nggak punya prinsip itu orang,” kata Agum Gumelar soal dukungan SBY ke Prabowo.

Tinggalkan Balasan