Rommy Dicokok KPK, Ngabalin: Jokowi Tidak Akan Membackup

0
33

Jakarta NAWACITA – Dicokoknya Ketua Umum PPP Rohamurmuziy oleh KPK menuai berbagai komentar para tokoh politik.

Namun Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin meminta semua pihak menunggu hasil pemeriksaan yang dilakukan KPK.

Muchammad Romahurmuziy alias Romi dikabarkan ditangkap Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Romi dicokok di Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur, Kabupaten Sidoarjo, Jumat (15/3) pagi.

Ngabalin mengungkapkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak pernah melindungi siapapun yang berurusan dengan masalah hukum. Sekalipun Romi merupakan salah satu pemimpin partai pendukung pemerintah.

“Kalau lah ini terjadi (Romi ditangkap), karena tentu saja Presiden Jokowi orangnya kan ya seperti itu, tidak pernah mem-backup melindungi dan lain-lain, siapapun,” kata Ngabalin dikutip dari CNNIndonesia.com, Jum’at (14/3).

Ia pun menegaskan, pemerintah menyerahkan sepenuhnya kepada KPK terkait proses hukum yang menyeret Romi.

“Biar KPK terus berjalan sesuai dengan profesionalisme mereka untuk bisa membuktikan duduk perkaranya,” ujar politikus Partai Golkar ini.

Menurut Ngabalin, pemerintah menghormati proses hukum yang dilakukan KPK. Ngabalin menegaskan bahwa Jokowi tak memberikan toleransi kepada pihak-pihak yang memperluas jabatan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok.

“Saya ulangi lagi bahwa untuk Presiden Joko Widodo tidak pernah mentolerir hal-hal yang terkait dengan upaya upaya mengkapitalisasi jabatan, kedudukan politik dan lain-lain,” kata dia.

Tinggalkan Balasan