Rombongan Panglima TNI Tinjau Kepulauan Riau

0
30
Foto: Ist

Nawacitapost.com –  Sepanjang Kamis (6/4/2017) kemarin, Gubernur bersama Panglima TNI berada di udara Kepri. Selain Gubernur dan Panglima, ikut juga dalam penerbangan itu KSAD Jendral TNI Mulyono, Asops Panglima TNI dan Pangdam Bukit Barisan Mayjen TNI Cucu Sumantri.

Rombongan Panglima dan Gubernur menuju Pulau Nipah menggunakan heli terbang dari Hang Nadim. Rombongan terbang pada pukul 06.45 WIB. Di Pulau Nipah, rombongan melakukan peninjauan ke sejumlah lokasi.

Dari Pulau Nipah, rombongan kembali lagi ke Hang Nadim. Tepat pukul 09.30 WIB, Panglima, Gubernur dan rombongan menggunakan Jet TNI AD terbang menuju Palmatak, Kabulaten Anambas.

Jarak tempuh menggunakan Jet TNI AD hanya 35 menit. Taoi sebelumnya, dua rombongan penerbangan sudah terlebih dahulu menuju Anambas.

Rombongan menggunakan Cassa TNI AL terbang padan pukul 07.00 WIB dan 08.30 WIB. Tampak dalam dua rombongan itu sejumlah Perwira Tinggi TNI. Ada juga Danrem 033 WP, Danguskamla Armabar, Danlantamal.

Rombongan Panglima tiba di Matak Base langsung disambut Bupati Anambas. Kemudian seluruh rombongan menuju Tarempa menggunakan Kapal TNI AL.

Setelah melakukan peninjauan di Kabupaten Anambas, Panglima TNI, Gubernur dan rombongan bergerak menuju Ranai, Kabupaten Natuna. Saat tiba di Ranai pukul 15.00 WIB, rombongan disambut Bupati Natuna dsn FKPD Natuna.

Panglima TNI, KSAD, Gubernur dan Bupati Natuna dan rombongan menggunakan helikopter melakukan peninjauan cek point PT Scopa, perusahaan yang memasang kabel optik. Jarak tempuh ke lokasi menggunakan helikopter memakan waktu 15 menit.

Usai melakukan peninjauan, rombongan bertolak ke Jakarta dari Bandara Ranai tepat pukul 16.15 menggunakan pesawat milik TNI AU, jenis Boing 737 400.

Gubernur Nurdin, dalam kesempatan tersebut juga mengimbau masyarakat untuk aktif menjaga keamanan Kepri. Apalagi untuk daerah perbatasan. Apalagi, ancaman keamanan tidak lagi perang terbuka.

Banyak kegiatan spionase yang bisa melemahkan pertahanan negara. Termasuk ancaman narkoba yang masuk dari negara luar. Gubernur sadar proxy war seperti ini sangat berbahaya.

“Dengan kebersamaan, kita akan kuat,” kata Gubernur  Nurdin, usai mendampingi Panglima TNI, Kamis (6/4/2017).

Selain itu, kegiatan-kegiatan spionase harus diantisipasi. Apalagi sekarang perkembangan teknologi memungkinkan aktivitas itu dilakukan.

“Ada kabel optik yang dipasang perusahaan dari negara tetangga, sekarang sudah dihentikan. Semua itu untuk mengantisipasi keamanan wilayah ini,” kata Nurdin. (hadi)

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan