Retno Bahas Upaya Majukan IORA dengan Menlu UEA dan Singapura

0
12

Nawacitapost.com – Pertemuan dengan Menlu Uni Emirat Arab dan Menlu Singapura, dimanfaatkan Indonesia untuk membahas tentang kemitraan IORA melalui dialog partners yang saat ini belum optimal, serta masalah perdagangan, dan investasi.

Dalam pertemuan tersebut, Menlu Indonesia, Retno Marsudi,   mengusulkan agar tradisi berdialog dengan dialog partners yang sudah dimulai tahun lalu di Padang, Sumatera Barat, dapat dilanjutkan kembali.

“Uni Emirat Arab sangat menghargai dan sangat  berkomitmen untuk dapat melanjutkan apa yang diusulkan oleh Indonesia,” ujar Retno, usai pertemuan bilateral dengan Menteri Negara Uni Emirate Arab Maitha Salam Al Shamsi dan Menteri Luar Negeri Singapura Muhamad Maliki Bis Osman, di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Senin (6/3/2017) sore.

Di bidang energi, lanjut Menlu, Januari lalu Indonesia sudah menandatangani MoU di bidang energi dengan Uni Emirat Arab, khususnya di bidang energi terbarukan.

Sedangkan dalam pertemuan dengan Menlu Singapura, Indonesia menanyakan kemungkinan kerja sama   untuk memajukan IORA, serta menanyakan pandangan Singapura tentang Jakarta Concord. Singapura mengapresiasi Jakarta Concord dan Rencana Aksi IORA.

“Biasanya pada saat kita menyepakati sesuatu maka masih diperlukan waktu untuk menyusun plan of action. Tapi kali ini, vision-nya ada. Kemudian kita sudah menyiapkan plan of action. Oleh karena itu, diharapkan bahwa kerja sama konkret akan dapat ditingkatkan di masa mendatang dalam konteks IORA,” ujar Retno Marsudi.

Dalam konteks bilateral, Indonesia dan Singapura membahas peringatan 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Singapura, dan masalah investasi.

“Kita bicara tentang masalah investasi yang pada tahun lalu menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan. Peningkatan investasi Singapura di Indonesia hampir 90 persen,” tambah Retno.

Selain itu juga, pertemuan ini dimanfaatkan untuk membahas persiapan Leader Retreat dalam rangka peringatan 50 tahun hubungan Indonesia-Singapura, yang rencananya akan diselenggarakan September mendatang.

Dalam kesempatan ini, Menteri Luar Negeri Singapura Muhamad Maliki Bis Osman, juga menyampaikan apresiasi atas kesuksesan Indonesia dalam penyelenggaraan IORA 2017.

“Kepemimpinan Indonesia terlihat dalam kesuksesan menyelesaikan dokumen yang dibahas hari ini, khususnya rencana aksi terorisme dan ekstremisme. Ini adalah dokumen penting yang merefleksikan IORA dan apa yang terjadi di dunia,” ujar Muhamad Maliki Bis Osman. (Jar)

Tinggalkan Balasan