Presiden Jokowi : Saatnya Bangkitkan Potensi Ekonomi Syariah Di R.I

0
53

Jakarta, NAWACITA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat menyampaikan fakta bahwa kekuatan ekonomi syariah Indonesia masih bertengger di peringkat 10 dunia. Dalam peluncuran Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia 2019-2024, Jokowi menyebutkan bahwa posisi Indonesia masih berada di belakang Malaysia, Uni Emirat Arab, Bahrain, Arab Saudi, Oman, Jordan, Qatar, Pakistan, dan Kuwait.

Masterplan ini merupakan lompatan besar untuk kuatkan ekosistem syariah Indonesia. Karena bangun ekosistem ini sulit. Masterplan yang jadi panduan dan dimonitor progres perkembangannya,” kata Presiden.

Jokowi mengatakan, Indonesia memiliki peluang besar untuk bertransformasi menjadi salah satu negara dengan perekonomian terkuat di dunia pada 2045 mendatang.

“Tapi untuk menuju ke sana juga bukan barang yang mudah. Banyak tantangan, banyak persoalan besar yang harus kita selesaikan,” kata Jokowi.

Kepala Negara melanjutkan, salah satu kunci utama untuk mewujudkan hal itu telah dimiliki Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, yakni ekonomi syariah.

Presiden membagi fokus pengembangan ekonomi syariah Tanah Air ke dalam lima sektor, yakni industri makanan dan minuman, tata busana, pariwisata, media dan rekreasi, serta farmasi dan kosmetika. Sebagai langkah pendukung, pemerintah berkomitmen untuk menguatkan keuangan syariah, UMKM berbasis produk syariah, hingga ekonomi digital yang melayani produk syariah.

“Inilah pekerjaan besar kita bersama. Hadirin sekalian saatnya sudah tiba bagi kita untuk bangkitkan potensi ekonomi syariah dan jadikan indonesia pusat ekonomi syariah terkemuka dunia,” jelas Jokowi di Kantor Bappenas, Selasa (14/5).

Presiden Jokowi percaya bahwa ketika semua berkomitmen menjalankan masterplan ekonomi syariah Indonesia ini, maka Indonesia akan segera menjadi pusat ekonomi syariah terkemuka di dunia.

Selanjutnya dengan mengucap bismillahirrahmannirrahim, Presiden Jokowi secara resmi meluncurkan Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia 2019-2024.

Tampak hadir dalam kesempatan itu antara lain Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) K.H. Ma’ruf Amin, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Mensesneg Pratikno, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Menkeu Sri Mulyani Indrawati, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, dan pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Tinggalkan Balasan