Presiden Jokowi Intruksikan Sejumlah Stasiun Di Garut Diaktifkan Kembali

0
17
Presiden Joko Widodo saat tiba di Kabupaten Garut, (Foto: Setkab)

Garut, NAWACITA– Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama ibu negara Iriana menggunakan Kereta Api dalam kunjungan kerja di Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, Jumat (18/1) siang.

Atas kunjungan tersebut, Presiden mengintruksikan agar jalur kereta api (KA)  yang pernah ditutup di sejumlah stasiun yang dipusatkan di Stasiun Cibatu untuk segera dibuka kembali (reaktivasi).

“Dulu pernah lho ke Garut ini tahun 1926 Charlie Chaplin. Betul, 2 kali lagi. Karena melihat keindahan ini, naiknya kereta api,” kata Presiden Jokowi menjawab wartawan usai menyerahkan 257 sertifikat untuk masjid, musala, pondok pesantren, dan lembaga-lembaga pedidikan, di Masjid Besar Cibatu, Garut, Jabar, Jumat (18/1) siang.

Sebagai informasi, reaktivasi jalur kereta api ini melalui proses penertiban wilayah Cibatu-Garut-Cikajang, di antaranya: sosialiasi dengan target 1.077 telah selesai 100%; pendataan target 1.077 tercapai 1.074 (99,72%); pembayaran target 911 realisasi 218 (23,93%), dan pembongkaran 1.077 telah terselesaikan 135 (12,53%).

Beberapa stasiun yang juga dilakukan reaktivasi di antaranya:

  1. St. Bandung-Ciwideuy, berlokasi di Soreang, Ciwidey, Kota/Kab Bandung. Jalur ini ditutup tahun 1975, memiliki panorama bagus dan untuk angkut komoditi hasil perkebunan dan kayu serta berpotensi 5.087 penumpang/hari.
  2. St. Banjar-Pangandaran-Cijulang, berlokasi di Banjar, Pangandaran. Jalur ini ditutup pada 1 Februari 1982, sebagai sarana transportasi warga dengan potensi 3.016 penumpang/hari.
  3. St. Cibatu-Garut-Cikajang, berlokasi di Cibatu, Garut, Cikajang. Jalur ini ditutup pada September 1982, memiliki panorama bagus dan sebagai angkut komoditi sayuran, beras, dan buah-buahan, memiliki potensi 1.113 penumpang/hari.
  4. St. Rancaekek-Tanjungsari, berlokasi di Kota/Kab Bandung, Sumedang. Jalur ini dimulai tahun 1918, dibangun oleh Staatsspoorwegen dan resmi melayani 13 Februari 1921, digunakan untuk angkut teh dan hasil bumi dari Sumedang Barat, pada masa pendudukan Jepang (1942-1945) jalur ini dibongkar dan dipindahkan yang akhirnya tidak beroperasi kembali, memiliki potensi 10.250 penumpang/hari.

Turut hadir mendampingi Presiden dalam acara kali ini antara lain Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menhub Budi Karya Sumadi, Mensos Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri BUMN Rini Soemarno, dan Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil serta Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

 

 

(Red: Faiz, sumber Setkab)

Tinggalkan Balasan